Setelah Penyemprotan Massal Disinfektan, Akan Digelar ’’Nangluk Merana’’ Dipusatkan di Pura Nangka  

Penyemprotan cairan disinfektan secara massal dimulai dari ruang publik kawasan wisata Candidasa dan diharapkan meluas ke seluruh kawasan wisata, perkantoran, lingkungan lembaga pendidikan dan pusat-pusat keramaian.

Bersatu mengantisivasi Covid -19. Forkopinda Karangasem di sela-sela penyemprotan wilayah publik dimulai dari kawasan wisata Candidasa.

Amlapura (bisnisbali.com) –Penyemprotan cairan disinfektan secara massal dimulai dari ruang publik kawasan wisata Candidasa dan diharapkan meluas ke seluruh kawasan wisata, perkantoran, lingkungan lembaga pendidikan dan pusat-pusat keramaian. Guna menangkal penyebaran corona virus deasses 2019 (Covid-19) itu, pihak Pemkab Karangasem juga berencana menggelar upacara nangluk merana yang dipusatkan di Pura Penataran Agung, Nangka, Karangasem.

Hal itu disampaikan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, usai memimpin rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), di Kantor Bupati Karangasem.  Namun kapan tepatnya upacara itu bakal digelar, menunggu petunjuk dari kalangan sulinggih.

“Kami juga akan membentuk satuan tugas melibatkan lintas instansi horizontal dan vertikal guna menanggulangan jangan sampai virus corona menyebar di Karangasem,” terangnya.

Sebelumnya, Minggu (15/3) dimulai penyemprotan disinfektan di Kawasan Wisata Candidasa. Bupati Karangasem Mas Sumatri bersama Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem Gede Dana serta seluruh jajaran Forkopimda dan Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Karangasem, melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di Candidasa guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Covid-19  bisa menular melalui cairan dari orang yang terinfeksi, kemudian menyebar lewat sentuhan, maupun lewat benda-benda yang terkena cairan orang yang terinfeksi,” paparnya.

Mas Sumatri juga mengimbau agar disinfektan ini dapat dilakukan di tempat umum lainnya, seperti sekolah, kantor, tempat ibadah, terminal dan lain-lain yang mana merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. “Penyemprotan disinfektan ini perlu dilakukan di tempat umum lainnya khususnya di Kabupaten Karangasem oleh para pengelola  usaha, lembaga pendidikan secara mandiri dengan bimbingan dari Dinas Kesehatan. Selain itu, masyarakat Karangasem juga harus menjalankan PHBS agar daya tahan tubuh selalu terjaga,” tambahnya.

Bupati Mas Sumatri mengimbau kepada masyarakat Karangasem untuk mengurangi kegiatan bepergian ke luar daerah, bandara dan tempat-tempat yang sekiranya berpeluang besar dapat menularkan virus ini. “Jangan panik, tetapi tetap waspada. Kurangi aktivitas bepergian yang tidak terlalu penting ke tempat yang sekiranya berpeluang besar terdapat penyebaran virus. Jagalah kebersihan dan kebugaran, semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu melindungi kita semua,”  ujarnya. *adv

BAGIKAN