Serapan Turun, Cadangan Pangan Bali Diyakini Aman

Di tengah pandemi ada kekhawatiran terjadinya kekurangan cadangan pangan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi ada kekhawatiran terjadinya kekurangan cadangan pangan. Namun melihat produksi pertanian yang masih terus berjalan serta serapan pariwisata di Bali yang saat ini turun drastis, dipastikan cadangan pangan aman.

Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Pertanian Provinsi Bali, I Made Tresna Kumara, mengatakan, ketersediaan pangan di Bali utamanya beras masih aman. Terlebih saat ini memasuki musim panen raya, stok dikatakannya cukup.

Demikian juga untuk jenis produk lainnya, seperti sayur, cabai hingga bawang juga tercukupi. “Produksi sayur, cabai saat ini malah melimpah. Terkecuali bawang putih yang memang kita masih impor, tetapi harga saat ini masih stabil,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, per Juni dan 3 bulan ke depan ketersediaan beras di Bali mencapai 36.926 ton, Juli 25.736 ton, Agustus 27.619 ton serta September 40.881 ton. Sementara rata-rata kebutuhan per bulannya mencapai 35.996 ton. Bawang merah, ketersediaan pada Juni mencapai 2.041 ton, Juli 1.448 ton, Agustus 1.601 ton dan September 2.195 ton. Sementara kebutuhan per bulannya rata-rata 1.498 ton.

Di samping produksi produk pertanian yang dikatakannya masih berjalan dan banyak pula masyarakat yang kini beralih ke sektor pertanian, perdagangan antarpulau masih tetap berjalan. Demikian serapan pariwisata yang minim saat ini juga membuat produk pertanian melimpah di pasaran. “Teman-teman yang di sektor pariwisata saat ini juga tidak sedikit yang terjun ke pertanian, jadi menambah lagi produksi produk pangan. Demikian suplai produk yang biasanya ke pariwisata, dilimpahkan ke pasar, sehingga produk pertanian pun melimpah di pasaran,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tidak ada masalah untuk cadangan pangan di Bali. Lahan kosong yang biasanya tidak dimanfaatkan saat ini pun dikatakannya banyak dibangun kembali. Kebutuhan kecil keluarga tidak sedikit yang terpenuhi dari itu. “Termasuk beras, masih sangat aman. Saat ini sedang panen raya. Pengiriman keluar Bali juga tidak begitu banyak. Jadi terpenuhi untuk kebutuhan pangan di Bali,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN