Seniman Bondres Dilibatkan Bagikan 1.200 Masker

Seniman Bondres kembali dilibatkan turun ke pasar tradisional untuk membagikan masker kepada masyarakat.

MESKER - Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Sekda Kota Denpasar AAN. Rai Iswara, Kadis Periwisata Denpasar Dezire Mulyani, dan dokter  Sugeng Ibrahim, serta dokter Grace Hananta beserta seniman bondres melakukan kampanye gerakan memakai masker Kamis (24/9) di Pasar Badung Kota Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Seniman Bondres kembali dilibatkan turun ke pasar tradisional untuk membagikan masker kepada masyarakat. Kali ini pembagian masker digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bersama Pemerintah Kota  Denpasar yang berlangsung Kamis (24/9) di area parkir Pasar Badung Kota Denpasar.

“Kehadiran kami di Kota Denpasar, Provinsi Bali menjadi kelanjutan program di Kemenparekraf RI sebagai kebijakan strategis dalam penerapan protokol kesehatan terutama di bidang pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf RI, R. Kurleni Ukar.

Menurutnya terdapat hal penting dalam melawan Covid yakni pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Sehingga dalam gerakan ini pihaknya melibatkan dua dokter yakni  Sugeng Ibrahim, dan Grace Hananta untuk dapat mengedukasi pedagang dan pengunjung dalam memakai masker yang baik dan benar.

Diharapkannya pasar tradisional yang menjadi tempat aman dan nyaman dikunjungi tidak sampai menimbulkan klaster baru.  “Kami juga mengajak kelompok kesenian untuk turut serta dalam kegiatan memakai masker. Total masker yang mencapai 1.200 pcs ini  memanfatkan produksi UKM di Bali yang nantinya turut serta membantu perekonomian masyarakat Bali,” katanya.

Sementara Wali Kota Rai Mantra mengucapakan terima kasih telah memilih Denpasar sebagai gerakan bersama dalam kampanye penggunaan masker. Dijelaskannya, dalam seminggu ini angka kesembuhan di Denpasar mengalami peningkatan. “Namun kami berharap kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masyarakat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak tetap ditingkatkan,” ujarnya.

Demikian dijelaskannya, aktivitas di dalam Pasar Badung ini masih tetap berjalan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi terus dilakukan edukasi oleh Gugus Tugas dan PD Pasar Kota Denpasar. sehingga dari bulan Maret mewabah Covid-19, Pasar Badung tidak pernah tutup, namun selalu dalam pengawasan. “Kami berharap dalam masa pandemi ini kita dapat tetap produktif, namun terus meningkatkan kesadaran dalam pencegahan covid secara bersama-sama terutama dalam penerapan penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Semoga gerakan masker ini dapat betul-betul membuat tingkat kesadaran masyarakat pulih kembali dan dapat produktif serta aman covid 19,” imbuh Rai Mantra. *wid 

BAGIKAN