Sempat Vakum, Peternak Ayam Mandiri di Tabanan Kembali Isi Kandang

Peternak ayam mandiri sudah kembali berproduksi

Tabanan (Bisnis Bali) –
Sempat vakum alias mengosongkan kandang akibat harga jual yang anjlok, kini sejumlah peternak ayam potong mandiri di Tabanan kembali lagi berusaha dengan mengisi kandang. Kondisi tersebut sejalan dengan harga jual ayam potong di pasaran yang sudah menguat atau naik dari posisi sebelumnya.
Salah satu peternak ayam potong mandiri yang kembali melakukan pengisian kandang, I Wayan Sukasana, di Desa Tunjuk, Tabanan, Senin (25/5) mengungkapkan, sejak tiga minggu lalu sudah kembali melakukan isian kandang seiring dengan harga jual ayam potong yang terdongkrak naik saat ini. Imbuhnya, saat ini harga ayam potong di tingkat peternak sudah berada di level Rp 25.000 per kg, sedangkan di pasaran atau pedagang berada dikisaran Rp 40.000 per kg-Rp 45.000 per kg.
“Saat ini kondisi harga ayam potong di tingkat peternak sudah lumayan mengutungkan atau berada di atas BEP dari posisi sebelumnya yang sempat diperdagangkan menyentunh hingga Rp 6.000 per kg, sekaligus jadi penyebab fakumnya usaha karena menanggung rugi cukup besar saat itu,” tuturnya.
Jelas pria yang juga Wakil Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali, lonjakan harga kali ini terjadi seiring dengan menurunnya populasi di tingkat peternak akibat anjloknya harga jual sebelumnya yang sekaligus juga merupakan dampak covid-19, sehingga dengan permintaan pasar akan daging ayam yang normal, kondisi tersebut tetap membuat harga jual daging ayam dipasaran alami lonjakan. Di sisi lain akuinya, meski sudah kembali melakukan pengisian kandang, kondisinya juga tidak sepenuhnya sesuai dengan isian sebelumnya.
“Saya hanya mampu mengisi populasi 3.000 DOC saat ini. Jumlah tersebut masih jauh di bawah atau hanya berkisar 15 persen dari total kemampuan atau daya tampung kandang,” ujarnya.
Terbatasnya jumlah pengisian populasi ini, akuinya karena saat ini di awal kembali berproduksi peternak sudah terbebani hutang kepada pabrikan dari biaya produksi sebelumnya (saat harga jual anjlok), sedangkan di sisi lain peternak diharuskan membeli pakan dari pabrikan secara tunai sekarang ini. Selain itu, di tengah membaiknya harga jual, peternak juga dihadapkan pada naiknya pula harga DOC dari pabrikan.
Paparnya, sekarang ini harga DOC naik luar biasa. Sebab, hanya dalam waktu sekitar empat mingguan, harga DOC ini sudah naik empat kali. Yakni, dari awalnya Rp 100 ribu per box, kini sudah berada di level Rp 700 ribu per box. Sementara harga pakan pabrikan dibandrol Rp 400 ribu per sak.
“Akibat mahalnya biaya produksi ini, kondisi tersebut tetap saja membuat peternak mandiri jadi tidak berdaya di tengah lonjakan harga produksi,” keluhnya.*man

BAGIKAN