Sembilan Objek Wisata di Tabanan belum Siap Terapkan Prokes

IB.,Wiratmaja

Tabanan (Bisnis Bali) –

Sejumlah objek wisata di Kabupaten Tabanan belum mengantongi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.  Hal tersebut diketahui dari hasil evaluasi 14 Agustus 2020 lalu terkait kesiapan dalam program Tabanan Aman dan Produktif atau menyambut tatanan kehidupan Bali Era Baru.
Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan IB.,Wiratmaja, Kamis (20/8) mengungkapkan, hasil evaluasi pemerintah Kabupaten Tabanan terkait kesiapan prokes Covid-19 diberbagai lini sektor pada 14 Agustus 2020 lalu mencatat sebagaian besar semua OPD di Kabupaten Tabanan dengan tupoksinya sudah semua siap. Misalnya Dinas Pendidikan dengan jajaran sekolahnya sudah siap untuk prokes Covid-19. Imbuhnya, begitu juga untuk terminal, pasar tradisional maupun pasar modern, Puskemas, kantor desa, dan LPD juga sudah siap.
“Untuk sekolah dan juga sejumlah layanan umum ini, bahkan sudah beberapa kali di sidak untuk kesiapan prokes Covid-19 dan hasilnya sudah baik,” tuturnya.
Jelas Wiratmaja, kini yang belum siap dengan prokes Covid-19 ini ada di tupoksi Dinas Pariwisata, khususnya pada objek wisata yang kecil-kecil. Katanya, saat ini dari total 25 obyek wisata yang ada di Kabpaten Tabanan, masih ada sembilan objek wisata yang belum siap dengan prokes Covid-19.
“Dari hasil evaluasi ada sembilan obyek wisata di Tabanan ini yang belum siap dengan prokes Covid-19. Salah satunya terkait belum adanya ketersediaan hand sanitizer dikawasan,” ujarnya.
Lanjutnya, ketidak siapan prokes tersebut karena obyek wisata bersangkutan belum kembali beroprasional pada pasca era new normal diberlakukan, sehingga kesiapan pada sembilan objek wisata tersebut terkait prokes Covid-19 ini juga belum disiapkan oleh pengelola seperti yang dilakukan pada obyek wisata lainnya, seperti DTW Tanah Lot. Akuinya, kondisi itu sekaligus mengkondisikan bahwa sembilan objek wisata tersebut juga belum mengantongi sertifikat Tatanan Kehidupan Bali Era Baru pada para pelaku pariwisata atau di Tabanan disebut dengan sertifikat menuju Tabanan Aman dan Produktif.
Harapannya, sembilan objek wisata tersebut segera bisa melengkapi prokes Covid-19 pada akhir Agustus nanti. Di sisi lain akuinya, namun bila mereka (pengelola objek) memilih belum kembali oprasional sekaligus melengkapi dengan prokes Covid-19 karena pertimbangan jumlah kunjungan wisatawan domestik (wisdom) yang belum jadi daya tarik untuk pemasukan usaha, pihaknya juga tidak bisa memaksakan hal tersebut.
Sementara itu akuinya, rencana lunching program Tabanan Aman dan Produktif yang sebelumnya akan digelar pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus lalu diundur. Rencananya, program tersebut yang salah satunya akan jadi titik awal untuk kembali normalnya oprasional pasar tradisional maupun pasar modern di Tabanan ini akan dilakukan dalam waktu dekat.*man

BAGIKAN