Seluruh BPR di Bali Terapkan POJK 11

Di tengah pandemi corona (Covid-19), bank perkreditan rakyat (BPR) wajib mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 terkait Stimulus Dampak Covid-19.

BPR - Kesiapan bank linkage menuhi relaksasi debitur BPR yang terkena dampak Covid-19.

Gianyar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi corona (Covid-19), bank perkreditan rakyat (BPR) wajib mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 terkait Stimulus Dampak Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 Perbarindo Bali yang juga Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja  mengatakan seluruh BPR di Bali sudah melaksanakan POJK 11 sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menyikapi Covid-19 pemerintah pusat telah mengisyaratkan penerapan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (POJK Stimulus Dampak Covid-19). “Semua BPR di Bali sudah menjalankan amanah POJK 11 tidak ada yang tidak,” ucapnya.

Ia menjelaskan permasalahan muncul ketika kredit yang disalurkan BPR kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan dana linkage bank umum. “BPR akan menghadapi dilema ketika BPR mesti memberikan relaksasi sepihak kepada debitur  sementara BPR memiliki kewajiban membayar angsuran dana linkage bank umum,” jelasnya.

Untuk itulah Perbarindo Bali melalui Tim Satgas Covid-19 turun mendekati bank-bank umum yang selama ini bekerjasama linkage dengan BPR. Melalui proses mediasi bank Linkage diminta siap menuhi relaksasi debitur BPR yang terkena dampak Covid-19.

Dalam operasional, BPR mengajukan linkage ke Bank umum dan disalurkan ke masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam bentuk kredit. Saat ini nasabah debitur BPR banyak terkena dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, Tim Satgas Covid-19 Perbarindo Bali, memediasi BPR di Bali untuk mendapat persetujuan  relaksasi bank umum sebagai bank linkage.

Made Suarja menambahkan BPR di seluruh Bali sedang mensosialisasikan POJK 11. “Saat ini sedang sosialisssi, debitur yang akan mengajukan permohonan relaksasi masih berproses, yang terpenting bank linkage juga siap memberikan relaksasi untuk debitur BPR terdampak Covid-19,” ucapnya.

Business Manager Commercial Banking CIMB Niaga Denpasar AA. Arya Virganatha mengatakan selaku salah satu bank linkage akan menjalankan kerjasama linkage yang telah ditandatangani dengan BPR di Bali. Bank Niaga tentu akan memberikan kemudahan likuiditas kepada BPR di Bali.  “Ini termasuk relaksasi kepada nasabah debitur BPR yang terdampak pandemi Covid-19,” ucap Virganatha. *kup

BAGIKAN