Selly Mantra Tinjau Lomba Anggrek, Harapkan Mampu Pulihkan Ekonomi  

GUNA menggairahkan kembali pecinta anggrek dan petani anggrek di Bali, Duta Orchid Garden menggelar Lomba Anggrek dan Bursa Tanaman Hias, Kamis (29/10) kemarin.

LOMBA - Ketua TP-PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra saat meninjau Lomba Anggrek dan Bursa Tanaman Hias (29/10) di Duta Orchid Garden.            

GUNA menggairahkan kembali pecinta anggrek dan petani anggrek di Bali, Duta Orchid Garden menggelar Lomba Anggrek dan Bursa Tanaman Hias, Kamis (29/10) kemarin. Lomba yang diadakan secara perdana ini dihadiri Ketua TP-PKK Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra.

Ny. Selly Mantra mengapresiasi terselenggaranya lomba anggrek yang digagas oleh Duta Orchid Garden, karena dinilai dapat memulihkan kembali ekonomi yang sedang terpuruk pada saat pandemi. “Saya dukung karena ini adalah salah satu bentuk untuk bagaimana kita bersama-sama memulihkan ekonomi. Jadi, saya ingin ke depan kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu pancingan, adanya lomba-lomba, ada bazar pertanaman,” ungkapnya.

Selly Mantra yang juga Ketua Perkumpulan Pecinta Tanaman (PPT) Kota Denpasar mengharapkan kegiatan ini bisa terus berjalan dengan baik, dan peminat tanaman hias khususnya anggrek semakin meningkat. “Otomatis tujuan kita untuk memulihkan ekonomi ini bisa berjalan dengan baik. Karena kita tahu bahwa di masa pandemi ini tidak hanya di bidang pariwisata saja, tapi seluruh elemen mengalami keterpurukan. Ini juga salah bentuk usaha, untuk tanaman anggrek yang disiapkan untuk hotel, kemudian hotel tutup ya otomatis kita bisa beralih dengan kegiatan lainnya,” imbuhnya.

Penyelenggara lomba anggrek sekaligus pendiri Duta Orchid, Ni Wayan Srilaba, S.E. menjelaskan, dalam hal ini pihaknya ingin menggairahkan kembali peranggrekan di Bali. “Seperti pernah kita jaya jayanya orchid itu tahun 2003 sampai 2012 terakhir, itu Bali mengenai anggrek sangat disorot oleh daerah lain,” jelasnya.

Dilanjutkannya, masa pandemi Covid-19 ini dapat juga menggairahkan petani-petani anggrek dan tanaman hias lainnya yang ada di Bali, serta dapat memfasilitasi mengadakan bursa di Duta Orchid Garden. Sejak pandemi, usahanya tersendat karena banyaknya hotel di Bali tutup. Pengiriman anggrek ke hotel pun mengalami penurunan drastis. “Hotel tutup, bandara tutup, sangat terganggu, penurunan bisa 80 persen. Karena market kita adalah banyak hotel, banyak restoran, bandara dan semuanya itu tutup,” ucapnya.

Disampaikan juga, Duta Orchid Garden memiliki koleksi lebih dari 300 jenis anggrek dan untuk jenis lokal Bali mengkoleksi seperlima dari keseluruhannya. “Karena kita ini baru mulai Agustus, ke depannya pasti akan jauh lebih banyak,” katanya.

Sementara, Ketua Dewan Juri Lomba Anggrek, Ramadani Prasetya mengungkapkan, pada pandemi ini pihaknya tidak bisa membuka banyak kelas pada lomba anggrek yang digelar oleh Duta Orchid Garden yakni hanya bisa enam kelas yang paling umum. “Anggrek itu paling tidak dibagi dua kelas besar, hibrida, spesies alami, dan totalnya bisa sampai 40 sampai 50 kelas. Karena tahu sendiri, anggrek jenisnya macam-macam,” ungkapnya.

Penilaian anggrek dilakukan dengan sistem voting, dan peserta yang mengikuti lomba hanya dari Bali. “Dengan kondisi seperti sekarang, peserta hanya dari Bali saja. Beberapa dari Karangasem, Singaraja, dan beberapa kawan-kawan anggrek lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan, tujuan dari lomba ini untuk membangun kembali Perhimpunan Anggrek Cabang Bali, yang dinilai mati suri selama ini. “Kebetulan saya dari pengurus anggrek Indonesia pusat, Bali salah satunya yang mati suri. Salah satu upaya kami untuk mencari teman yang mau berorganisasi lagi. Apalagi tanaman sekarang lagi booming, Jadi bagaimana caranya menggandeng tanaman hias supaya anggrek juga keangkat lagi, organisasinya maju lagi, bisnisnya bangun kembali,” katanya.

Selain lomba anggrek yang memperebutkan hadiah total hadiah sebesar Rp 3.000.000 , nantinya kegiatan dirangkaikan dengan lokakarya, yang berlangsung pada 31 Oktober dan lelang anggrek dilakukan 1 November 2020. *adv

BAGIKAN