Selamatkan Pariwisata Bali, Menparekraf Sodorkan Tiga Program

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan akan fokus dalam hal-hal yang konkrit dalam jangka pendek dan menengah, khususnya untuk menyelamatkan begitu banyak jutaan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang saat ini terancam, yang ditandai sudah banyaknya dilakukan PHK.

KUNJUNGAN - Menparekraf Sandiaga Uno di sela-sela kunjungan kerjanya ke KPw BI Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan akan fokus dalam hal-hal yang konkrit dalam jangka pendek dan menengah, khususnya untuk menyelamatkan begitu banyak jutaan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang saat ini terancam, yang ditandai sudah banyaknya dilakukan PHK.

“Kami ingin melakukan inovasi yang bisa membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali sebagai bagian dari work from Bali, Kamis (28/1).

Sandiaga Uno pun menyatakan, ada tiga hal yang akan dilakukan. Pertama, terus mendorong dan lebih giat mengusahakan program Rp 9,9 triliun soft loan untuk pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali. Program ini diharapkan dapat memberikan darah segar bagi pariwisata mengingat lokomotifnya berhenti. “Bagaimana caranya lokomotif ini bisa mulai bergerak kembali,” ujarnya.

Kedua, program vaksin afirmasi karena ia melihat Bali sempat mengalami pertumbuhan ekonomi minus 12 persen. Itu ibarat anak yang sedang kurang sehat yang selama ini menopang 45 persen daripada pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Untuk itu, Bali juga bisa mendapatkan perhatian khusus dari adanya vaksin. Diharapkan program pemerintah ini bisa membantu Bali, sebagai upaya bertahan kembali dan mempersiapkan kebangkitannya.

Sementara program ketiga, kata Sandiaga, ada ide program yang sudah berjalan di Morowali, Sulawesi Tenggara yaitu free Covid-19 Corridor (FCC). Di mana per bulan ada 5 ribu tenaga kerja asing masuk dengan pola tertentu yaitu mereka sudah divaksin.

“Teman-teman mangajukan hal tersebut dan kami sedang mempelajari itu. Apakah akan menerapkan pola-pola itu di Bali berkaitan dengan dengan konsep free Covid-19 corridor di mana rencananya yang boleh masuk ke sini adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksin di negara asalnya dan di sini dilakukan antigen,” terangnya.

Ia pun menyebutkan, jika seandainya ini mendapatkan dukungan semua pihak, maka harus didorong dalam bentuk file project. “Dimulainya seperti apa? Diharapkan ini bisa menjadi motivasi untuk membangkitan ekonomi Bali dan menyelamatkan lapangan pekerjaan di sektor pariwisata,” paparnya.

Selain itu, pihaknya pun memberikan berita baik bagi Bali karena terpilih menjadi nomor satu destinasi terbaik sesuai TripAdvisor, mengalahkan London atau destinasi lain.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut, di antaranya hadir Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho. *dik

BAGIKAN