Selamatkan Ekonomi, Pemerintah Diminta Dorong Ekspor

Devisa Bali yang disumbang dari sektor pariwisata dipastikan belum bisa bergerak positif.

SELAMATKAN EKONOMI - Ekspor berbagai komoditi terutama dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu didorong untuk menyelamatkan ekonomi daerah ini. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Devisa Bali yang disumbang dari sektor pariwisata dipastikan belum bisa bergerak positif. Oleh karenanya ekspor berbagai komoditi terutama dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu didorong.

“Dari sisi pariwisata tidak ada uang yang masuk dari wisatawan luar. Yang bisa diharapkan kini dari sisi ekspor. Artinya devisa tidak ada dari turis maka dari ekspor bisa selamatkan ekonomi,” kata pemerhati ekonomi dari FEB Undiknas University, Prof. Dr. IB. Raka Suardana di Denpasar, Senin (10/5).

Untuk mendorong pertumbuhan ekspor Bali, tentu perlu peran atau fasilitas pemerintah dengan memberikan berbagai kemudahan bagi eksportir, terutama dari UMKM. Sebab tidak dipungkiri selama pandemi Covid-19 ini banyak UMKM melakukan pengiriman produk ke luar negeri dengan menggunakan fasilitas marketplace. “Banyak UMKM yang melakukan transaksi ke luar negeri dengan berbagai marketplace. Ini bisa menggerakkan ekonomi di sektor bawah,” ujarnya.

Menggunakan marketplace banyak dipilih mengingat pembeli dalam hal ini tamu asing tidak bisa langsung datang ke pelaku usaha sehingga dengan bantuan marketplace transaksi masih bisa terjadi.

Intinya saat ini saatnya genjot ekspor karena hanya hal ini yang bisa dilakukan, jika pariwisata tidak bisa mendatangkan devisa. Produk berpeluang ekspor Bali masih dari pertanian, perternakan, perikanan maupun kerajinan seperti manggis, tuna dan lainnya.

Ia meyakini bila ekspor bisa tumbuh maka peluang perbaikan ekonomi bisa terjadi.  Kendati memang pertumbuhan ekonomi masih akan kontraksi atau kondisi sama tidak seperti yang lalu. Semasih pandemi maka kondisi ekonomi belum pulih seperti awal.

Sementara itu berdasarkan data BPS Bali menunjukkan kinerja ekspor Bali pada Maret 2021 tercatat berada di atas capaian Maret 2020, namun tidak lebih baik dibandingkan capaian pada Maret 2019. Nilai ekspor Bali pada bulan 2021 tercatat 47.599.877 dolar AS,  naik sebesar 19,76 persen dibandingkan nilai ekspor Februari 2021 yang tercatat sebesar 39.746.244 dolar AS.

Secara year on year, nilai ekspor Bali pada Maret 2021 tercatat lebih tinggi dibandingkan Maret 2020 atau naik 7,79 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Hanif  Yahya menyebutkan dari sepuluh negara tujuan utama ekspor  barang Bali Maret 2021, secara month to month Sembilan negara tujuan tercatat menunjukkan peningkatan, dengan peningkatan paling tinggi secara persentase tercatat pada tujuan Kanada (74,90 persen) yang didominasi naiknya nilai ekspor produk kertas/karton (HS 48) dominan berupa kertas sigaret.

“Jika dibandingkan dengan catatan Maret 2020 (y-o-y), dari sepuluh tujuan utama ekspor Bali, nilai ekspor pada delapan negara tujuan tercatat naik, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada nilai ekspor ke Perancis 45,27 persen,” paparnya. *dik

BAGIKAN