Selama Uji Petik, Pajak Galian C Meningkat 100 Persen

Pengawasan ketat yang dilakukan di pos portal membuat pendapatan pajak galian C meningkat 100 persen.

Amlapura (bisnisbali.com)  –Pengawasan ketat yang dilakukan di pos portal membuat pendapatan pajak galian C meningkat 100 persen. Pengawasan dilakukan dalam sebulan  lebih dengan sistem uji petik. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem I Wayan Purna di Kantor DPRD Karangasem, Selasa (2/3) kemarin.

Pada rapat dengar pendapat dengan Komisi II dan III DPRD Karangasem itu, Wayan Purna yang juga Asisten 1 Sekdakab Karangasem mengatakan,  setelah ada pengarahan di rumah transisi bupati terpilih sebelumnya, pihaknya yang sudah menjadi Plt. Kepala BPKAD melakukan uji petik. Melalui pengawasan ketat dengan melibatkan pegawai honor secara bergiliran dan diputar lokasi tugasnya itu  diperoleh data faktur pajak galian C yang dipungut dari para sopir pembeli pada usaha galian C yang berizin melonjak tajam.  Uji petik dilakukan mulai 25 Febuari 2021.

Wayan Purna mengakui peningkatan secara signifikan dalam pemungutan pajak  per bulan antara tahun 2020 dan 2021. Dari uji petik  yang dilakukan di tujuh  portal milik BPKAD Karangasem sejak 25 Januari 2021,  per hari rata-rata faktur pajak galian C yang terkumpul 1.600.  Pada Januari 2021, sebulan terkumpul pajak 17.741 lembar faktur, sedangkan bulan yang sama tahun hanya 9.000 lembar dan rata-rata  per bulan tahun lalu tidak lebih dari 8.000 lembar. Sementara bulan lalu hingga 28 Februari terkumpul 37.616 lembar faktur, sedangkan Januari 2020 hanya 9.777 faktur pajak.

Menurutnya, soal sistem uji petik dalam rangka menekan kebocoran pajak galian C apakah dilanjutkan  sistemnya atau diubah dengan yang lebih efektif, tergantung kebijakan pimpinan, yakni Bupati Karangasem. ‘’Uji petik ini apakah masih ada kebocoran pajak, kami akan terus evaluasi. Target pajak galian C tahun ini Rp 44 miliar, mudah-mudahan bisa tercapai,’’ papar Purna.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Karangasem  I Wayan Sunarta serta semua anggota Komisi II dan III  sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Plt. Kepala BPKAD Wayan Purna dengan uji petik di portal galian C.  Ia berharap sistem uji petik ini bisa terus dilakukan. Kalau masih ada kelemahan dan kekurangan diperbaiki. Tujuannya agar pajak galian C, satu-satunya yang masih berpotensi bisa mempertahankan dan bila perlu meningkatkan pendapatan asli daerah  (PAD) , bisa dipungut secara optimal dengan menekan kebocorannya.  Jika dalam pengawasan menggunakan dengan sistem CCTV tidak menjamin, bisa saja petugas portal  saat menyetop truk agak jauh dari pos portal.

Sunarta menambahkan, adanya sistem uji petik dan pengawasan secara manual  dengan ketat secara otomatis menutup kebocoran pajak yang selama ini terjadi ketika tidak dilakukan pengawasan. ‘’Monitoring sangat perlu dilakukan, ini sebagai  bahan evaluasi ke depan.  Kami di Komisi III DPRD Karangasem tiap seminggu sekali akan minta data ke Kepala BPKAD berapa truk yang masuk,’’ tegasnya. *bud

BAGIKAN