Selama Pandemi, Pelatihan Barista Diminati

Program pelatihan barista yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan (Disnakertrans) digemari.

PELATIHAN – Selama pandemi Covid-19, pelatihan barista diminati masyarakat.

Tabanan (bisnisbali.com) –Program pelatihan barista yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan (Disnakertrans) digemari. Tak hanya kalangan anak muda, pelatihan juga digemari oleh masyarakat yang dirumahkan karena terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Disnakertrans Tabanan, I Putu Santika, Jumat (13/11), mengungkapkan, pelatihan ini banyak diminati dan ada 10 paket program pelatihan yang ditawarkan kepada masyarakat selama pandemi Covid-19 ini. Dari 10 paket pelatihan tersebut, untuk pelatihan barista yang paling diminati, itu seiring dengan pangsa pasar kopi atau penikmat salah satu hasil perkebunan ini yang cukup digemari berbagai kalangan sehingga itu pula yang mendorong menjamurnya keberadaan usaha coffee shop belakangan ini.

“Tingginya peminat pelatihan barista kopi disebabkan karena sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Banyak masyarakat yang membuka usaha kedai kopi dan memiliki pangsa pasar,” tuturnya.

Kata Santika, peminat pelatihan barista ini tidak hanya dari kalangan anak muda, beberapa dari mereka merupakan juga merupakan pekerja yang di-PHK oleh perusahaan karena dampak pandemi Covid-19. Di sisi lain, selama memberikan pelatihan, yang ikut pelatihan juga sudah banyak yang buka kedai kopi.

Menurutnya, program pelatihan yang dilaksanakan rutin setiap tahun tersebut dilakukan setiap hari kecuali hari libur dan lama pelatihan berbeda-beda. Khusus untuk pelatihan mekanik motor dan las dilatih 40 hari, di luar itu program pelatihan hanya 28 hari.*man

BAGIKAN