Amlapura (Bisnis Bali) – Pegadaian selain menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi) yang difokuskan pada pengembangan usaha mikro dengan uang pinjaman maksimal Rp10 juta, kini juga memfasilitasi keberadaan bank sampah dengan menawarkan tabungan emas bagi pemilah sampah.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam acara Bincang Bintang Nasional di Karangasem, Jumat (29/11) menyampaikan kepada Bupati Karangasem jika bank sampah Pegadaian itu lain daripada yang lain. Dalam arti setiap sampah yang dipungut lantas dipilah bisa dijual ke bank sampah yang disponsori pegadaian.
“Sampah yang dipilih nanti akan dapat tabungan emas bukan rupiahnya,” katanya.
Pada kesempatan tersebut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Gusti Ayu Bintang Darmawanti bersama Bupati Karangasem Bali, Gusti Ayu Mas Sumatri dan Direktur Bisnis 1 PT PNM (Persero), Abianti Riana.
Lanjut Kuswiyoto menawarkan kepada Bupati Karangasem jika tertarik dengan ide tersebut, Pegadaian siap memfasilitasi. Ia juga mengimbau ibu-ibu yang hadir untuk memanfaatkan tabungan emas.
Menurutnya nabung emas jika di luar dimulai dari satu atau dua gram, sedangkan di Pegadaian cukup dengan 0,01 gram saja. Artinya dengan Rp7 ribu masyarakat boleh nabung di Pegadaian.
“Kalau ingin dapat income lebih bisa juga jadi agen Pegadaian,” jelasnya sambil memotivasi para ibu yang hadir untuk cepat naik kelas biar bisa gabung di Pegadaian karena BUMN ini memberikan pinjaman tanpa harus barangnya disimpan di Pegadaian. Tujuannya agar lebih produktif.
Terkait UMi, ia mengatakan secara garis besar, Pegadaian dan PNM memiliki karakteristik bisnis yang sama yaitu memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Pegadaian dan PNM juga sama-sama ditunjuk untuk menyalurkan kredit UMi.
Berdasarkan data kata dia per 31 Okt 2019 jumlah nasabah UMi Pegadaian sebanyak 26.124 dengan sisa uang pinjaman Rp 123,6 miliar, tetapi untuk OSL pembiayaan mikro secara PNM nasabahnya sekitar 5 jutaan sedangkan pegadaian 13,3 juta dan 72 persen adalah perempuan, artinya artinya nasabah perempuan di pegadaian ada 9,5 juta.
40 persen dari nasabah pegadaian adalah pengusaha UMKM, jadi menurut pantauannya para wanita sudah memiliki usaha yang bagus, bisa dibilang jadi penopang keuangan keluarga.
“Jadi ibu jangan hanya datang ke PNM saja tapi perlu juga datang ke Pegadaian,” ucapnya.
Abianti Riana mengatakan Pegadaian dan PNM nasabahnya sangat banyak. Semua adalah pemula dalam berusaha.*dik

BAGIKAN