Sektor Usaha Bisa Cegah Klaster Covid-19

Pelaku usaha di berbagai sektor mulai pariwisata, kuliner, jasa, UMKM, lembaga keuangan dan lainnya di daerah ini akan bisa kembali tumbuh, asalkan tidak mengindahkan peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan (prokes). Sektor usaha tersebut bisa mencegah terjadinya klaster penularan Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pelaku usaha di berbagai sektor mulai pariwisata, kuliner, jasa, UMKM, lembaga keuangan dan lainnya di daerah ini akan bisa kembali tumbuh, asalkan tidak mengindahkan peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan (prokes). Sektor usaha tersebut bisa mencegah terjadinya klaster penularan Covid-19.

“Kenapa sektor usaha perlu menerapkan prokes, karena paling rawan sebagai klaster baru penularan virus Corona. Sektor-sektor usaha yang banyak dikunjungi orang bila tidak terapkan prokes akan rentan penularan virus,” kata pengamat ekonomi, Kusumayani, M.M. di Denpasar, Minggu (6/12) kemarin.

Menurutnya, semua pihak berharap ekonomi daerah ini segera pulih sehingga usaha bisa berjalan positif. Tetapi mereka lupa pencegahan penularan dan penanganan Covid-19 menjadi kunci pemulihan perekonomian. Pencegahan paling mudah dengan 3M plus yaitu memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Sementara plusnya, kata dia, kuatkan sistem imum, jangan menyentuh mata, hidung dan mulut saat tangan dalam keadaan tidak bersih. Termasuk hindari tempat keramaian, isolasi diri saat sakit untuk mencegah penularan virus corona serta perlu mempersiapkan obat dan disinfektan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat simakrama bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Bali mengatakan, Bali sangat bertumpu pada sektor pariwisata. Sebelum Covid-19, sektor pariwisata menyumbang sampai 53 persen terhadap perekonomian Bali.

Pemerintah Provinsi Bali pun telah meluncurkan protokol kesehatan dan melakukan verifikasi protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment) dibantu oleh industri pariwisata. Prokes CHSE tersebut wajib diterapkan di seluruh sektor pelayanan publik dengan menekankan pada faktor kebersihan, kesehatan, keamanan dan memperhatikan lingkungan.

Sementara, Ketua BMPD Trisno Nugroho secara tegas mengatakan, pihaknya akan turut serta membantu pemerintah dalam hal pemulihan perekonomian, salah satunya dengan mempromosikan kesiapan Bali dalam menyambut kedatangan wisatawan domestik sehingga perputaran ekonomi khususnya perputaran uang di Bali akan kembali normal. Ia pun menegaskan, penerapan tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedepankan pada prokes berupa pakai masker,cuci tangan dan jaga jarak, tetapi juga harus mencakup kegitan penyelesaian transaksi pembayaran secara nontunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).*dik

BAGIKAN