Sektor Pertanian Dorong Perbaikan Ekonomi Bali

Kendati pandemi Covid-19 masih membayangi tahun ini, namun ada keoptimisan tersendiri jika ekonomi Bali mampu tumbuh di 2021.

PERTANIAN - Ada tiga hal yang mempengaruhi membaiknya ekonomi Bali di 2021. Salah satunya, sektor pertanian. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Kendati pandemi Covid-19 masih membayangi tahun ini, namun ada keoptimisan tersendiri jika ekonomi Bali mampu tumbuh di 2021. Setidaknya ada tiga hal atau estimasi yang mempengaruhi membaiknya ekonomi Bali di 2021.

Seperti dikatakan praktisi ekonomi, Dr. I Gde Made Sadguna, ada kemungkinan ekonomi Bali pada 2021 akan lebih baik dibandingkan tahun 2020. “Ada tiga hal yang memungkinkan hal itu terjadi,” ucapnya, di Sanur, Minggu (17/1).

Mantan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali ini menyebutkan, tiga hal tersebut, pertama, sektor pertanian di Pulau Dewata ini memiliki potensi yang cukup besar untuk memproduksi berbagai jenis produk pertanian. Dalam arti luas, mendapat prioritas dengan dukungan keuangan yang bukan saja berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melainkan juga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kenaikannya cukup signifikan.

Kedua, program vaksinasi. Vaksinasi akan memungkinkan lebih banyak ragam kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan, kendati pun harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Termasuk di sini akan dimungkinkan adanya peningkatan kegiatan pariwisata dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat tentunya,” ujarnya.

Ketiga, adanya industri pengolahan hasil pertanian yang berbasis rumah tangga sudah mulai tumbuh dan berkembang selama masa pandemi Covid-19. Itu tentu akan memberi dampak positif kepada peningkatan pendapatan rumah tangga sekaligus juga peningkatan penyerapan tenaga kerja. “Ketiga, hal itulah yang bisa menjadi dasar bagi peningkatan optimisme ekonomi Bali di tahun 2021 ini,” jelasnya.

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali, Pande Agus Permana Widura mengatakan hal sama. Ada beberapa hal yang mampu menumbuhkan keoptimisan kebangkitan ekonomi Bali. “Untuk pertumbuhan ekonomi, tentunya kasus Covid-19 harus dapat ditekan. Kesehatan menjadi hal yang diperlukan sehingga protokol kesehatan di segala bidang tidak bisa ditawar lagi,” ucapnya.

Ia pun menilai, bila semua aktivitas di masyarakat, perusahaan, industri, pariwisata menerapkan protokol kesehatan tidak dipungkiri pertumbuhan ekonomi tahun ini berpeluang membaik dibandingkan tahun lalu yang melambat seiring pandemi Covid-19. Berdasarkan data BI Bali, pada 2020 pertumbuhan ekonomi Bali sempat minus seiring melambatnya aktivitas ekonomi. Harapan kini pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa kembali bangkit dan kredit perbankan ke pelaku usaha bisa membaik sehingga produktivitas dari sisi lapangan usaha bisa meningkat. *dik

BAGIKAN