Sektor Perdagangan Dominasi Serapan KUR di Tabanan

Triwulan pertama 2021 sektor perdagangan masih memberi andil cukup besar pada kredit program pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah bank penyalur di Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Triwulan pertama 2021 sektor perdagangan masih memberi andil cukup besar pada kredit program pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah bank penyalur di Kabupaten Tabanan. Sektor perdagangan ini mampu menyerap hingga 68 persen dari penyaluran kredit yang ada hingga saat ini.

Kabid Kredit Bank BPD Bali Cabang Tabanan, IB. Purwa Pidada, Senin (10/5) kemarin mengungkapkan, animo pelaku usaha di Kabupaten Tabanan memanfaatkan dana KUR cukup tinggi di tengah pandemi. Tahun ini untuk program KUR ada tiga jenis yang bisa dimanfaatkan oleh calon debitur. Yakni, KUR SuMi (super mikro) dengan total alokasi yang disalurkan melalui Bank BPD Bali Cabang Tabanan mencapai Rp 5.040.000.000, KUR Mikro mencapai Rp 9.450.000.000 dan KUR Kecil sebesar Rp 78.750.000.000.

KUR Sumi ini menawarkan plafon kredit hingga Rp 10 juta tanpa agunan, KUR Mikro nilai plafon kredit mulai dari Rp 10 juta sampai dengan Rp 50 juta tanpa agunan, sedangkan KUR Kecil mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta dengan wajib agunan. Dari alokasi tersebut terangnya, per 30 April atau triwulan I 2021 realisasi masing-masing jenis kredit tersebut serapannya untuk KUR Sumi sudah mencapai Rp 495.000.000 (9,82 persen dari target), KUR Mikro Rp 9.450.000.000 atau sudah terserap habis 100 persen dari target dan KUR Kecil sudah mencapai Rp 35.585.000.000 (45,82 persen dari target).

Dilihat dari sektor usaha penyerap KUR secara umum,  dominan terserap ke sektor perdagangan dalam arti luas yang menyerap 68 persen dari keseluruhan penyaluran yang total sudah mencapai Rp 45.530.000.000. Kondisi tersebut sekaligus menunjukan sektor perdagangan masih memiliki potensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tabanan di tengah dampak pandemi saat ini.

“Perdagangan arti luas ini tidak hanya mencakup pedagang kelontong saja, tapi juga mencakup jenis perdagangan lainnya. Selain perdagangan, KUR juga diserap di antaranya oleh pelaku usaha di sektor pertanian, peternakan dan industri. Tapi persentasenya tidak sebanyak serapan di perdagangan,” ujarnya.

Di sisi lain, guna menjaga kesehatan penyaluran dari KUR, pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan efektivitas dari program kredit murah dari pemerintah ini ke calon debitur. ”Kami tetap selektif dalam penyaluran KUR meski ini merupakan program dari pemerintah. Karena kredit ini merupakan dana yang harus dikembalikan kepada pemerintah,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Pimpinan BRI Kantor Cabang Tabanan, Pranathan Triatmojo. Kata dia, serapan KUR ke sektor perdagangan besar dan eceran di Kabupaten Tabanan ini dominan. Itu khususnya tercermin dari KUR Kecil posisi April 2021 yang mencapai realisasi Rp 55.337.588.161 dengan debitur mencapai 303 orang. Lanjutnya, disusul kemudian serapan di antaranya ke sektor industri pengolahan, pertanian, perburuan dan kehutanan.

“Periode yang sama total realisasi KUR Kecil ini sudah mencapai Rp 108.285.503.145 dengan debitur mencapai 585,” tandasnya.*man

BAGIKAN