Sektor Pariwisata Melambat, BPR Selektif Salurkan Kredit

Sektor pariwisata selama ini menjadi penopang sektor perekonomian Bali.

Gianyar (bisnisbali.com) –Sektor pariwisata selama ini menjadi penopang sektor perekonomian Bali. Ketua DPK Perbarindo Gianyar, Made Sarwa, Senin (24/2) mengatakan, melihat dampak virus corona dengan perlambatan sektor pariwisata,  bank perkreditan rakyat (BPR) makin selektif menyalurkan kredit ke sektor pariwisata.

Diungkapkannya, merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Tiongkok cukup signifikan berdampak pada pelemahan pariwisata Bali. BPR tentu tentu wajib memperhatikan dampak pelemahan sekror pariwisata.

Made Sarwa yang juga Direktur BPR Gianyar Partha Sedana  menjelaskan perlambatan ekonomi akibat penurunan pariwisata akan mempengaruhi penyaluran kredit dari BPR. Ketika kredit disalurkan ke sektor pariwisata akan berpengaruh pada kemampuan pembayaran angsuran kredit ke depan.

Dipaparkannya, sektor perbankan menyadari perkembangan ekonomi belum pulih. Sebelum isu corona, ekonomi Bali dipersulit dengan adanya perang dagang Amerika dan Tiongkok.

Menurutnya, pariwisata diterpa dengan dampak virus corona menyebabkan wisatawan Tiongkok tidak berlibur ke Bali. Sektor perbankan tentu mesti memperkuat manajemen risiko menyikapi imbas penurunan kemampuan debitur khususnya dari sektor pariwisata.

Made Sarwa mengakui sebagai pelaku lembaga keuangan selalu berupaya untuk optimis melaksanakan fungsi intermediasi. Ini dengan jalan penyaluran kredit yang selektif mencapai pertumbuhan asset dan laba.

Industri BPR juga berupaya untuk melakukan efisiensi. “BPR tetap berharap di tengah perlambatan pariwisata, 2020 industri BPR dapat tetap tumbuh secara wajar,” jelas Made Sarwa. *kup

BAGIKAN