Sektor Pariwisata Lesu, Pemanfaatan Layanan Keuangan LPD Turun

Pandemi Covid-19 ternyata sangat berimbas pada pariwisata Gianyar termasuk di Kawasan Ubud.

UBUD - Aktivitas ekonomi dan pariwisata di Ubud yang terus mengalami penurunan akibat imbas pandemi Covid-19.  

Gianyar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 ternyata sangat berimbas pada pariwisata Gianyar termasuk di Kawasan Ubud. Kepala Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Ubud, Ida Bagus Temaja, Selasa (8/9) mengatakan turunnya sektor pariwisata berdampak pada pemanfaatan jasa layanan keuangan LPD khususnya di Ubud.

Diungkapkannya, kawasan Ubud menjadi salah satu sentra kawasan pariwisata di Gianyar. Akibat pandemi Covid-19 wisatawan mancanegara (wisman) yang ke Ubud terlihat menurun mulai Maret.

Ia menjelaskan sektor usaha yang digeluti masyarakat Ubud memang lebih dominan menyasar sektor pariwisata. Penurunan sektor pariwisata, praktis masyarakat Ubud mengalami penurunan pendapatan.

I.B. Temaja mengakui penurunan pendapatan berimbas pada penurunaan aktivitas pemanfaatan jasa layanan keuangan di Ubud. Ini dirasakan LPD Ubud dengan penurunan masyarakat yang menempatkan dana maupun meminjam kredit untuk ekspansi usaha.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran besar mendongkrak perekonomian masyarakat Ubud. Akibat pandemi Covid-19, perekonomian masyarakat memang terlihat menurun. Ini akibat lesu aktivitas wisatawan di Kawasan Ubud.

Ida Bagus Temaja masih sulit memprediksi sampai kapan penurunan ekonomi akan berakhir. Masyarakat termasuk lembaga keuangan masyarakat adat ini tentu berharap pemerintah mampu menangani secara maksimal pandemi Covid-19.  ’’Situasi ekonomi yang melesu berimbas pada aktivitas lembaga keuangan yang serba sulit,” ucapnya.

Penurunan aktivitas pemanfaatan layanan keuangan LPD bagi masyarakat Ubud bisa dipersentase cukup tinggi. ” Sumber pendapatan masyarakat bertumpu dari sektor pariwisata, masyarakat lebih memilih bertahan dan tidak melakukan ekspansi bisnis sampai kondisi ekonomi normal ,” tambah Temaja. *kup

BAGIKAN