Segera Putus Mata Rantai Covid-19, Resesi Berpotensi hingga Akhir 2020

Pemerhati ekonomi dan bisnis dari Undiknas University, Prof. Gede Sri Darma, DBA. di Renon, Sabtu (28/3) membenarkan resesi dunia akan terjadi akibat covid-19 atau virus corona yang kini melanda dunia, sehingga roda ekonomi berhenti.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemerhati ekonomi dan bisnis dari Undiknas University, Prof. Gede Sri Darma, DBA. di Renon, Sabtu (28/3) membenarkan resesi dunia akan terjadi akibat covid-19 atau virus corona yang kini melanda dunia, sehingga roda ekonomi berhenti. Tidak hanya dunia, resesi akan juga terjadi di Indonesia.
“Semua negara sedang menuju perlambatan ekonomi,” katanya.
Menurutnya Amerika Serikat, Eropa dan Asia serta Australia sedang sibuk menangani pandemic covid-19 sehingga roda bisnis dunia ikut berhenti. Tagline-nya kini “Utamakan Nyawa, Bisnis Kemudian”.

Diakuinya semua negara berpacu dengan pemotongan rantai penyebaran covid-19. Lockdown dan rapid test terjadi di hampir semua negara. Prof. Sri Darma menilai: kondisi ini akan berlangsung hingga akhir 2020.

“Resesi dunia sudah pasti terjadi dengan kejadian ini. Seminggu ke depan diperkirakan indeks harga saham seluruh negara akan mengalami zona merah kembali,” ucap mantan Rektor Undiknas University ini.

Apa yang harus dilakukan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat terkait resesi?. Ia menyebutkan secepatnya memutus mata rantai penyebaran covid-19. “Jangan tunda lagi. Makin menunda, makin lama recovery-nya,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan jangan ragu lagi dan jangan abu-abu mengeluarkan kebijakan. Pemerintah, pengusaha dan masyarakat harus saling bahu-menmbahu memotong mata rantai covid-19 dengan disiplin social distancing.

Bila perlu turunkan tentara untuk amankan social distancing ini. Menurutnya, kalau masih menunggu debat pro kontra terkait karantina wilayah, wabah sudah masuk ke pegunungan Papua ,alias di kota sudah mati penduduknya. “Intinya do now, don’t be late,” tegasnya.*dik

BAGIKAN