Satpol PP Awasi Tempat Keramaian

Tempat keramaian seperti Lapangan Astina yang kini menjadi Alun-alun Kota Gianyar jika tidak diawasi akan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

ALUN-ALUN - Masyarakat yang mengunjungi Alun-alun Kota Gianyar diwajibkan menerapkan protokol kesehatan.

Gianyar (bisnisbali.com) –Tempat keramaian seperti Lapangan Astina yang kini menjadi Alun-alun Kota Gianyar jika tidak diawasi akan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Untuk itu, Kasatpol PP Gianyar  Made Watha minta masyarakat Gianyar yang datang ke tempat keramaian wajib menaati protokol kesehatan (prokes).

Diungkapkannya, tempat keramaian yang dikunjungi masyarakat tidak hanya Alun-alun Kota Gianyar. Oleh karena itu, semua tempat keramaian di Gianyar akan mendapatkan pengawasan Satpol PP. “Semua tempat keramaian mendapat atensi kami termasuk pasar umum dan pasar senggol,” ucapnya, Minggu (24/1) kemarin.

Watha menjelaskan, Alun-alun Kota Gianyar kini menjadi kebanggaan Kota Gianyar. Alun-alun Gianyar menjadi daya tarik wisata yang banyak dikunjungi masyarakat lokal dan masyarakat dari luar Kabupaten Gianyar.

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), semua tempat keramaian pada pagi hari diawasi anggota Satpol PP dengan sistem patroli regu. Satpol PP melakukan pengawasan protokol kesehatan bersinergi dengan TNI Polri. “Khusus di Alun-alun Kota Gianyar, anggota Satpol PP disiagakan mulai pukul 16.00 Wita,” jelasnya.

Lebih lanjut Made Watha mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan (prokes), Satpol PP bersinergi dengan TNI Polri menegakkan Pergub Bali Nomor 46 Tahun 2020 dan Perbup Gianyar Nomor 56 Tahun 2020. Pergub dan Perbup Ini mengatur penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Sesuai Pergub Nomor 46 dan Perbup Nomor 56, warga yang melanggar harus membayar denda administratif sebesar Rp 100.000.  Sanksi denda ini berlaku bagi pelanggar yang tidak menggunakan masker pada saat beraktivitas dan  berkegiatan di luar rumah.

Menurut Watha, petugas melakukan pengawasan secara humanis dan tegas guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. “Pertama, pelanggar kami tegur. Besoknya kalau kembali melanggar akan ditindak tegas dengan sanksi denda ,” tambahnya. *kup

BAGIKAN