Sasar Wisatawan Domestik, Pemerintah Diharapkan Subsidi Biaya ’’Rapid Test’’ dan Swab  

Kedatangan wisatawan domestik belum terlihat banyak ke Bali, walau sudah dibuka sejak 31 Juli lalu.

GOLF - Wisata golf, wisata minat khusus untuk mengeliatkan ekonomi Bali.        

Denpasar (bisnisbali.com)-Kedatangan wisatawan domestik belum terlihat banyak ke Bali, walau sudah dibuka sejak 31 Juli lalu. Dengan kondisi pemulihan wisatawan domestik, yang juga tidak kalah gesit dengan wisatawan mancanegara, pemerintah mesti melakukan berbagai terobosan. Bila perlu, adanya biaya subsidi untuk rapid test maupun test swab.

“Jika memungkinkan pemerintah bisa mensubsidi rapid test maupun swab sehingga semakin banyak wisdom yang berlibur ke Bali,” tandas Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn, Rabu (5/8).

Selain itu, Panudiana Kuhn mengatakan dalam tatanan kehidupan normal baru pariwisata Bali mesti meyakinkan pasar domestik bahwa Bali betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

Karenannya, wisdom yang berlibur ke Bali wajib melengkapi diri dengan surat rapid test maupun swab hasil negatif sesuai ketentuan pemerintah. Ini merupakan bagian protokol dalam tatanan kehidupan era baru.

Kuhn menjelaskan penerapan tatanan new normal menjadi kebiasaan baru yang mesti dijalankan secara ikhlas baik pakai masker, cuci tangan, gunakan hand sanitizer, dan jaga jarak. Tidak hanya pelaku industri pariwisata, wisatawan mesti selalu menerapkan protokol tanaman kehidupan normal baru.

Di sisi lain, menurut Kuhn, pengembangan wisata minat khusus seperti wisata golf juga akan mampu menggaet wisatawan domestik berkualitas. Apalagi, sambung dia, wisata golf khusus di Bali sudah cukup berkembang.

Selain bermain golf, wisatawan minat khusus ini bisa menikmati daya tarik dan objek wisata baru di Bali seperti GWK, Nusa Dua, Bedugul dan daya tarik lainnya. *kup

BAGIKAN