Sambut Ramadhan, BI Prediksi Inflasi Melandai

Menyambut datangnya bulan Ramadhan pada April 2020 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memperkirakan inflasi akan sama atau lebih rendah dari tahun lalu dengan kondisi covid-19 saat ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Menyambut datangnya bulan Ramadhan pada April 2020 ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali memperkirakan inflasi akan sama atau lebih rendah dari tahun lalu dengan kondisi covid-19 saat ini.

“Kami memprediksi inflasi melandai pada April ini. Diperkirakan inflasi sekitar 0,1- 0,3 persen month to month (mtm)-nya,” kata Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Kamis (23/4).

Menurutnya di tengah kondisi covid-19 ini, diprediksi dari sisi demand terjadi penurunan signifikan daya beli. Hasil survai penjualan eceran menunjukkan kontraksi pertumbuhan (yoy) semua jenis barang, hanya bahan makanan saja yang tumbuh positif (melambat) dan bahan kimia tumbuh 13 persen untuk kebutuhan kesehatan.

Sementara dari sisi suplai diaykini masih aman. Berdasarkan pantauan bank sentral, baik produksi maupun distribusi terkendali dengan baik.
“Secara seasonal April memang kecil (sebelumnya terpengaruh low season wisatawan mancanegara di tahun-tahun sebelumnya),” ujarnya.
Menyikapi hal tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat memasuki bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri pada Mei 2020 mendatang agar berbelanjalah secukupnya untuk buka dan makan sahur. Begitupula untuk pedagang dan suplier tetap menjaga pasokannya untuk keperluan masyarakat Bali.

Secara nasional, Trisno memaparkan, mengutip pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo, BI memperkirakan inflasi pada periode April-Mei 2020 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan lebih rendah dari pola historisnya. Ada beberapa faktor yang mendasari hal tersebut. Antara lain permintaan konsumsi akan lebih rendah terkait berbagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah.

“Hal itu mengurangi mobilitas sosial yang berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sehingga mengurangi pola konsumsi,” katanya.

Kemudian, pemerintah juga akan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok, termasuk melalui peran TPI/TPID. Trisno juga menyebutkan sejak merebaknya kasus covid-19, KPw BI Bali telah melakukan High Level Meeting (HLM) TPID dengan Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung untuk antisipasi dampak covid-19 terhadap inflasi.

Selain itu kondisi ekonomi secara keseluruhan menurun sehingga berdampak pada ekspektasi inflasi yang rendah. Serta nilai tukar stabil dengan harga komoditas rendah sehingga exchange rate pass through dan imported inflation rendah.*dik

BAGIKAN