Sambut Lebaran, Penarikan Uang Tunai di Bali Sentuh Rp1.392 Miliar

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat realisasi penarikan atau pun penukaran uang tunai menyambut Hari Raya Idul Fitri periode 20 April - 20 Mei 2020 ini telah menyentuh Rp1.392 miliar dari total proyeksi Rp2.981 miliar atau baru 46,7 persen dari proyeksi.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat realisasi penarikan atau pun penukaran uang tunai menyambut Hari Raya Idul Fitri periode 20 April – 20 Mei 2020 ini telah menyentuh Rp1.392 miliar dari total proyeksi Rp2.981 miliar atau baru 46,7 persen dari proyeksi.

“Proyeksi uang pecahan besar (UPB) Rp2.847 miliar dan realisasi UPB baru menyentuh Rp1.333 miliar. Realisasi kisaran 46,8 persen dari proyeksi,” kata Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho di Renon, Jumat (22/5).

Ia pun mengimbau dalam periode Lebaran yang akan berlangsung beberapa hari ke depan, perbankan tetap memberikan layanan penarikan maupun penukaran. Perbankan maupun masyarakat pun diingatkan dalam penarikan dan penukaran uang tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga physical distancing, pakai masker dan penyediaaan cuci tangan atau hand sanitizer.
“BI tetap mengimbau masyarakat menggunakan transaksi nontunai karena selain lebih aman juga lebih cepat dan mudah, serta dapat bertransaksi di rumah saja,” terangnya.

Bank sentral mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai transaksi nontunai makin ditingkatkan di daerah ini, terutama di tengah keberadaan pandemi covid -19. Diakui dalam periode Lebaran ini jumlah merchant QRIS meningkat dari 83.876 menjadi 88.147 atau meningkat 5 persen.
Sebelumnya BI Bali memproyeksikan kebutuhan uang tunai selama Ramadhan dan jelang Lebaran di tengah covid-19 tahun ini, akan mengalami penurunan kurang lebih 40 persen dibandingkan kondisi sama tahun lalu.

Jumlah kebutuhan uang tunai di Bali, kata Trisno, tidak mengalami peningkatan dari periode Lebaran pada 2019. Kebutuhan tahun lalu mencapai Rp5,7 triliun, kini menjadi Rp3,4 triliun pada 2020. Penurunan kurang lebih 40 persen. “BI Bali telah mempersiapkan kebutuhan uang tunai sesuai kebutuhan masyarakat, baik dari sisi jumlah maupun pecahan kecil. Tidak hanya itu, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan adanya pembatasan sosial (social distancing) , BI juga melakukan pembatasan penukaran antara lain kas keliling ditiadakan dan lebih mengoptimalkan jaringan perbankan dalam memberikan pelayanan,” jelas Trisno.*dik

BAGIKAN