Saat PKM, Pasar dan Toko tetap Buka

Menyambut penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), masyarakat masih dibingungkan soal aturan yang berlaku serta tidak sedikit masyarakat yang berfikir jika PKM sama dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Denpasar (bisnisbali.com)-Menyambut penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), masyarakat masih dibingungkan soal aturan yang berlaku serta tidak sedikit masyarakat yang berfikir jika PKM sama dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Termasuk para pelaku usaha dan pedagang pasar yang memiliki kekhawatiran berlebih terhadap pelaksanaan PKM akan membuat kesulitan untuk  melakukan aktivitas jual-beli.

Wali kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra pada konferensi pers yang berlangsung di Kantor Walikota Denpasar,  menjelaskan, penerapan PKM pada dasarnya sudah berjalan sejak 2 bulan lalu berupa belajar dan bekerja di rumah, beribadah dibatasi serta ditutupnya tempat umum dan tempat hiburan. Demikian dijelaskannya, saat ini penerapan PKM diperjelas dengan peraturan Walikota serta protokol kesehatan dan dipastikan perekonomian tetap bisa berjalan.

Permberlakuan PKM dikatakannya, diawali oleh usulan dari desa adat, mengingat aktivitas masyarakat saat kini sudah makin ramai dan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 sudah mulai menurun. “Ini juga sebagai upaya menumbuhkan new life style (gaya hidup baru) di masyarakat  dimana masyarakat mulai terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan, untuk berdamai dengan pandemc covid-19,” jelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai pada tempat terpisah mengatakan, di tengah penerapan PKM ini, aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok tetap bisa berjalan. Pasar-pasar masih tetap buka, termasuk toko, supermarket hingga warung juga masih tetap beraktivitas. “Hanya saja dalam kegiatan tersebut harus disertai dengan protokol kesehatan yang lebih diperjelas serta diberlakukan sanksi administrasi jika ada pelanggaran,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, protokol kesehatan yang dimaksud seperti, wajib penggunaan masker, penerapan jaga jarak antara satu lapak dengan lapak lainnya khususnya di pasar tradisional, menyiapkan sanitizer serta melakukan penyemprotan disinfektan rutin 2 kali sehari. “Ini berlaku bagi pasar tradisional dan toko modern. Jika melanggar tentunya ada sanksi administrasi hingga penutupan tempat usaha jika membandel,” ujarnya.*wid

BAGIKAN