Saat Dibuka, Kebun Raya Bedugul akan Batasi Jumlah Pengunjung

Setelah ditutup sementara sejak Kamis (19/3), kini Kebun Raya Bedugul atau Kebun Raya Eka Karya Bali yang berada di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah bersiap beroprasional kembali.

Tabanan (bisnisbali.com) –Setelah ditutup sementara sejak Kamis (19/3), kini Kebun Raya Bedugul atau Kebun Raya Eka Karya Bali yang berada di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah bersiap beroprasional kembali. Kondisi tersebut seiring dengan wacana Pemerintah Provinsi Bali terkait new normal tahap II yang akan ditandai dengan dibukanya sektor pariwisata pada 31 Juli mendatang.

“Kami sebenarnya sudah mendapat surat edaran dari pusat untuk bisa oprasional kembali, sehingga kebun raya seperti Cibodas dan Bogor sudah lebih dahulu buka untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun, kami untuk di Bali tetap menyesuaikan dengan mengacu pada intruksi Gubernur Bali terkait pembukaan atau oprasional kembali,” tutur Kepala Pengelola Kebun Raya Eka Karya Bali, Tito Tri Putra, Rabu (8/7).

Terangnya, bercermin dari itu jika nantinya Gubernur Bali mengintruksikan pariwisata ini bisa dibuka kembali pada 31 Juli sesuai wacana new normal tahap II, maka oprasional kembali Kebun Raya Bedugul akan dilakukan 2-3 hari berikutnya. Imbuhnya, penambahan waktu ini tujuannya guna memastikan kembali kesiapan kawasan untuk menerima kunjungan wisatawan, meski sebenarnya oprasional Kebun Raya Bedugul sudah sangat siap mengacu pada protocol Covid-19. Seperti, sarana tempat cuci tangan, pembatasan jarak pada antrean masuk, hingga handsani teser.

“Bahkan untuk tempat cuci tangan ini dari 16 titik yang sudah tersedia sebelumnya, kami tambah lagi 8 di tempatkan di sejumlah titik di dalam kawasan Kebun Raya Bedugul,” ujarnya.
Jelas Tito, selain persiapan sarana penunjang, rencananya pada saat oprasional kembali akan diberlukan pembatasan jumlah pengunjung dengan perberlakukan per fase. Katanya, fase pertama akan dicobakan selama satu minggu dengan pembatasan jumlah pengunjung yang dibatasi kuotanya hanya 1.500 orang berada di dalam kawasan Kebun Raya Bedugul.

Sambungnya, jika jumlah pengunjung di dalam kawasan Kebun Raya Bedugul sudah mencapai kuota atau 1.500 orang, maka pengunjung yang baru datang diarahkan untuk menunggu di pintu masuk atau berkunjung dulu di tempat lain disekitar kawasan. Nantinya, jika dari jumlah kuota tersebut sudah berkurang atau ada pengunjung yang keluar dari kawasan obyek, baru kemudian calon pengunjung atau wisatawan yang antri diperbolehkan masuk ke kawasan sesuai dengan kuota.
Selain itu, pembatasan juga diberlakukan pada jam oprasional. Akuinya, jika sebelumnya oprasional atau jam buka kawasan mulai pukul 07.00 Wita sampai 17.00 Wita, sedangkan nanti pada saat oprasional kembali akan dipersingkat berlangsung dari pukul 08.00 Wita sampai 16.00 Wita.

Sementara tambahnya, menyangkut pembayaran tiket masuk, calon pengunjung Kebun Raya Bedugul diarahkan untuk membeli secara online melalui website yang sudah disediakan. Jika masih ada wisatawan yang belum membeli tiket masuk secara online, pihaknya masih melayani dengan pembayaran nontunai.*man

BAGIKAN