RSUD Tabanan Rencananya akan Dilengkapi Lab PCR

Perkembangan kasus Covid-19 yang disebabkan virus Corona semakin meluas, bahkan laju angka transmisi lokal hampir tiap harinya masih saja terjadi.

Tabanan (bisnisbali.com) –Perkembangan kasus Covid-19 yang disebabkan virus Corona semakin meluas, bahkan laju angka transmisi lokal hampir tiap harinya masih saja terjadi.  Untuk mempercepat penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali pun kini tengah berubaya memperbanyak alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk bisa menguji sampel swab pasien, baik ODP, PDP maupun pasien positif terkonfirmasi Covid-19. Rencananya penambahan laboratorium PCR dilakukan di RSUD Tabanan, sebagai salah satu rumah sakit rujukan regional Covid-19. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan(Bapelitbang) Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja menjelaskan, dipilihnya RSUD Tabanan untuk penambahan laboratorium PCR yang rencananya didanai oleh Provinsi Bali dikarenakan rumah sakit tersebut adalah salah satu rumah sakit rujukan regional untuk Covid-19. Selain sudah memiliki fasilitas ruangan, RSUD Tabanan juga sudah siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dokter  spesialis mikrobiologi. Hanya saja saat ini pihaknya masih menunggu kepastian anggaran dari provinsi. “Rencana pengadaan lab PCR RSUD Tabanan juga wacana dari Gubernur Bali untuk percepatan penanganan Covid-19, saat ini masih menunggu kepastian anggaran, kalau sudah ada seminggu saja siap,”terangnya, Selasa (30/6).

Bagi Wiratmaja dengan adanya lab PCR di RSUD Tabanan ini nantinya tentu membawa keuntungan tersendiri tidak hanya bagi Bali namun juga Kabupaten Tabanan. Dimana jika dilihat dari data GTPP Covid-19 Tabanan, angka kasus transmisi lokal di wilayah kabupaten Tabanan belakangan ini terus mengalami peningkatan. Lanjut Wiratmaja, semakin banyak alat PCR tes, tentunya akan semakin cepat deteksi dan penanganan pasien Covid-19. Pasalnya, lantaran keterbatasan laboratorium yang menjadi tempat uji, spesimen swab pasien Covid-19 harus antri. Dimana seperti yang diketahuinya, untuk tiap harinya PCR hanya bisa menguji sekitar 200 sampel. “Alat saja harganya dikisaran Rp 2 miliar, belum lagi ditambah dukungan fasilitas lainnya , kurang lebih perlu anggaran Rp 10 miliar,” terangnya.

Untuk pengadaan laboratorium PCR ini tentu saja tidak sebatas penanganan Covid-19 semata, namun nantinya jika wabah ini sudah berakhir, juga bisa difungsikan untuk menguji  penyakit lainnya baik itu karena virus, bakteri maupun jamur. *kk

BAGIKAN