Roemi Liestyowati, BLT dan Padat Karya

ANGGARAN Dana Desa (DD) di Kabupaten Tabanan tahun 2021 akan diprioritaskan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program padat karya.

ANGGARAN Dana Desa (DD) di Kabupaten Tabanan tahun 2021 akan diprioritaskan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan program padat karya. Kabupaten Tabanan mendapat kucuran Dana Desa mencapai Rp 124.114.971 untuk 133 desa.

“Tahun ini anggaran Dana Desa yang didapat Tabanan  lebih besar daripada tahun lalu yang hanya Rp 121.485.539.000,” tutur Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Tabanan Roemi Liestyowati.

Tahun ini alokasi DD ke desa memang naik dibandingkan 2020. Akan tetapi ada sejumlah perubahan perhitungan, yakni pada alokasi kinerja hingga dua kali lipat dibandingkan DD tahun 2020. Selain itu, meski alokasi DD naik, tidak serta-merta membuat alokasi yang diterima desa mengalami peningkatan. Oleh karena salah satunya mengacu pada jumlah penduduk, DD yang diterima sejumlah desa ada turun dan ada pula yang naik.

Dijelaskannya, desa yang mendapatkan DD meningkat daripada DD tahun lalu di antaranya Desa Baturiti memperoleh DD Rp 1. 481.270.000, Desa Belimbing mendapat Rp 1.463.645.000 dan Desa Senganan menerima Rp 1.376.201.000. Di sisi lain, desa yang memperoleh DD terkecil antara lain Desa Pangkung Karung mendapat Rp 753.059.000, Desa Kukuh Rp 744.424.000 dan Desa Pupuan Sawah Rp 733.637.000. “Tahun ini fokus penggunaan DD adalah pada pemberian BLT dan  program padat karya,” ujarnya.

Selain itu, tahun ini penyaluran DD mengalami perubahan dibandingkan tahun 2020. Desa yang berstatus mandiri, penyalurannya dilakukan dua tahap dengan persentase 60 persen dan 40 persen. Sementara desa yang statusnya belum desa mandiri akan dilakukan tiga kali pencairan dengan persentase 40 persen, 40 persen dan 20 persen. Saat ini di Tabanan ada 54 desa mandiri. Mereka masih menunggu transferan dari negara langsung ke masing-masing rekening desa. *man

BAGIKAN