Ribuan Pelaku UMKM di Tabanan Berpotensi Jadi Penerima BPUM

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan memprediksi ada ribuan pelaku usaha UMKM yang berpotensi jadi sasaran penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

UMKM - Pertumbuhan sejumlah usaha UMKM yang menggeliat sebelum pandemi Covid-19.

Tabanan (bisnisbali.com) – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan memprediksi ada ribuan pelaku usaha UMKM yang berpotensi jadi sasaran penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Tahun 2021 pemerintah pusat merancang program yang dikhususkan sebagai modal usaha ini kembali berlanjut dengan besaran dana mencapai  Rp 2,4 juta per orang.

“Infonya program tersebut memang akan berlanjut tahun ini dikhususkan bagi UMKM yang belum menerima atau tersentuh bantuan BPUM pada tahun lalu. Tapi hingga kini kami belum menerima surat terkait keberlanjutan program tersebut,”  tutur Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan I Made Yasa, Rabu (13/1).

Jika program tersebut kembali berlanjut, maka ada sekitar 4.400 pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan yang berpotensi akan menjadi penerima program BPUM di 2021. Jumlah tersebut merupakan sisa dari total UMKM di Tabanan yang mencapai 43.400, di mana dari jumlah total tersebut sudah diajukan 39.000 pelaku usaha untuk mendapatkan program bantuan pada tahun lalu.

Mantan Kadis Pariwisata ini menambahkan, selain berpotensi menyasar 4.400 pelaku UMKM, kelanjutan penyaluran program BPUM 2021 ini juga akan menyasar calon penerima bantuan yang sudah terverifikasi atau tercatat namun belum mencairkan bantuan hingga batas akhir tahun 2020 lalu. Tahun lalu penyaluran BPUM kepada sejumlah pelaku UMKM masih menyisakan tunggakan. Itu disebabkan karena calon penerima bantuan susah dihubungi, ada juga karena faktor geografi calon penerima yang susah untuk dijangkau.

“Kendala tersebut juga terjadi di sejumlah daerah lainnya secara nasional, sehingga beberapa daerah juga masih menyisakan tunggakan penyaluran BPUM. Terkait itu, saat ini kami juga masih menunggu keputusan dari pusat untuk kelanjutan pencairan penerima BPUM untuk tahun lalu,” ujarnya.

Sementara itu, tahun lalu informasi dari bank penyalur dari 39.000 UMKM yang diajukan, sudah 20.000-an pelaku usaha yang mencairkan program BPUM tersebut. Harapannya, pencairan dari sisa dari penerima bantuan tersebut bisa dilanjutkan pada tahun ini. *man

BAGIKAN