Revitalisasi Pasar Pupuan Ditarget Rampung 15 Desember

Proses revitalisasi Pasar Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, sudah mulai berlangsung.

REVITALISASI - Pemantauan proyek revitalisasi Pasar Pupuan oleh Tim dari Kemendag.

Tabanan (bisnisbali.com) –Proses revitalisasi Pasar Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, sudah mulai berlangsung. Saat ini, revitalisasi yang menggunakan dana APBN senilai Rp 3 miliar ini telah mencapai 42 persen dari pengerjaan awal yang dimulai 28 September 2020 lalu.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, Ni Wayan Primayani, di sela-sela pemantauan dari Tim Kemendag di Pasar Pupuan, Jumat (13/11), mengungkapkan, revitalisasi Pasar Pupuan dilakukan karena memang pasar ini belum memiliki bangunan permanen sehingga para pedagang beberapa berjualan di pedasaran. Dana revitalisasi Pasar Pupuan bersumber dari APBN senilai Rp 3 miliar, dengan pagu fisik sekitar Rp 2,7 miliar dan nilai tender pemenang mencapai Rp 1,9 miliar.

Menurutnya,proses pengerjaan juga ditinjau langsung oleh tim Kemendag. Harapannya, pekerjaan dapat rampung rampung pada 15 Desember 2020 mendatang untuk kemudian bisa digunakan oleh para pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi tersebut tanpa menunggu proses hibah dari pemerintah pusat. “Sebenarnya kontrak pengerjaan revitalisasi Pasar Pupuan ini sampai 26 Desember 2020 nanti, namun kami ingin kebut pengerjaannya hingga 15 Desember nanti,” tuturnya optimis.

Menurut Primayani, selama proses revitalisasi berjalan, pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi tersebut yang jumlahnya mencapai 67 direlokasi di sekitar pasar karena masih memungkinkan. Nantinya, ketika revitalisasi pasar ini rampung, maka Pasar Pupuan ini akan mampu menampung hingga 106 pedagang. Terdiri dari 30 pedagang kios, dan 76 pedagang los. “Sisa dari 67 pedagang yang sebelumnya memang sudah berjualan di lokasi tersebut, nanti akan diisi lagi dengan tambahan pedagang musiman yang selama ini berjualan di trotoar di depan pasar,” ujarnya.

Dengan direvitalisasinya Pasar Pupuan, maka pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang telah mengalami revitalisasi sudah mencapai 7 pasar. Revitalisasi yang bersumber dari dana TP ada 3 pasar yakni, Pasar Kediri, Pasar Baturiti dan Pasar Pupuan. Kemudian, revitalisasi pasar yang bersumber dari dana DAK tercatat 4 pasar yakni, Pasar Penebel, Pasar Marga, Pasar Pupuan dan Pasar Kediri. “Sebenarnya revitalisasi juga sudah dilakukan di Pasar Senganan bersumber dari DAK, namun itu didapat melalui Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan dan tidak sepenuhnya semua bisa terbangun,” tandasnya.

Pihaknya berharap revitalisasi pasar akan berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi, terlebih lagi ada penambahan jumlah pedagang yang bisa tertampung setelah pasar tersebut direvitalisasi. Sebab sebelumnya, pedagang musiman yang berjualan di depan pasar dengan memanfaatkan trotoar ini tidak terpungut biaya sewa tanah, mereka hanya dikenakan retribusi harian saja.*man

BAGIKAN