Rentan Terpengaruh Corona, Kredit Perbankan Berpotensi Melambat

Kinerja perbankan saat ini rentan terpengaruh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya tumbuh pada triwulan pertama ditambah lagi ada virus corona yang imbasnya pada sektor-sektor pendukung pariwisata.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kinerja perbankan saat ini rentan terpengaruh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya tumbuh pada triwulan pertama ditambah lagi ada virus corona yang imbasnya pada sektor-sektor pendukung pariwisata. Kinerja perbankan tidak akan mencapai target yang tinggi.

Oleh karenanya, pemerhati perbankan Nyoman Sender di Renon, Kamis (12/3) kemarin mengatakan, bank perlu merevisi target kinerjanya atau jika tidak direvisi agar tetap melakukan motivasi.
“Pada saat evaluasi kinerja sebagai dasar assessment pegawai, manajemen bank mesti mempertimbangkan dampak negatif kasus corona/covid-19 ini terhadap bisnis perbankan atau aktivitas ekonomi secara umum,” katanya.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Denpasar ini mengatakan, kasus corona saat ini sudah pasti kinerja perbankan terganggu, apalagi di Bali yang dominan sektor pariwisatanya.
“Sudah pasti kinerja perbankan apakah itu kredit, dana pihak ketiga hingga rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) akan terpengaruh, bahkan sebagian sudah ada yang merasakannya,” ujarnya.

Menurutnya, kendati kredit tidak akan terjun bebas tetapi melambat itu pasti dan yang jelas potensi NPL akan membengkak. Sender menyebutkan, kredit semua sektor akan terdampak, cuma tidak merata.Yang paling terasa sektor pariwisata dan bidang-bidang yang terkait seperti akomodasi, travel, restoran dan suplayer kebutuhan kuliner.

Berapa persen kenaikan NPL, diakui yang jelas  pasti akan meningkat bisa double dari prediksi OJK. “Di Bali yang dominan pariwisata, sektor perbankan akan terpukul seperti zaman bom Bali 1 dan 2 yang lalu,” tegasnya. Oleh karenanya adanya prediksi yang pesimis ini tentu sebaiknya bank-bank menyesuaikan rencana bisnisnya. *dik

BAGIKAN