Realisasi KUR di Tabanan Tembus Rp 639 Miliar

Pada periode Januari hingga November 2020, TPID Kabupaten Tabanan mencatat realisasi serapan program pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh bank penyalur tembus Rp 639.035.850.292, dengan jumlah debitur 14.937.

PERDAGANGAN – KUR di Tabanan dominan terserap sektor perdagangan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pada periode Januari hingga November 2020, TPID Kabupaten Tabanan mencatat realisasi serapan program pemerintah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh bank penyalur tembus Rp 639.035.850.292, dengan jumlah debitur 14.937. Serapan kredit program bersuku bunga 6 persen ini dominan ke sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai Rp 224.836.113.696.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan yang sekaligus Sekretaris TPID Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Senin (14/12), mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 bank penyalur KUR selektif dalam menyalurkan KUR. Hal itu pula yang kemudian membuat kredit bermasalah atau NPL KUR di Tabanan 0,0 persen atau lebih kecil dibandingkan dengan jenis kredit konsumtif. “Terjaganya NPL KUR di tengah pandemi ini karena perputaran usaha di kalangan pelaku usaha di Tabanan rata-rata masih terjadi, sehingga berdampak juga pada pembayaran kewajiban mereka,” tuturnya.

Menurutnya, secara total realisasi KUR di Kabupaten Tabanan sudah terserap merata ke berbagai sektor dengan total penyaluran mencapai Rp 639.035.850.292 hingga November 2020. Sepanjang calon debitur memenuhi persyaratan teknis untuk program KUR, salah satunya, memanfaatkan KUR untuk perputaran usaha atau produksi, maka bank tetap membuka peluang untuk debitur ini mengakses KUR.

Kata Ekayana, selama ini KUR dominan terserap oleh sektor perdagangan besar dan eceran. Posisi selanjutnya, terserap ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan mencapai Rp 182.876.800.000 dengan 4.924 debitur pada periode yang sama.

KUR terserap ke sektor industri pengolahan mencapai Rp 121.563.830.603 dengan jumlah debitur 3.043 orang, KUR terserap ke sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya Rp 52.087.105.993 dengan 1.082 debitur, penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman terserap Rp 41.689.000.000 dengan jumlah 801 debitur. Selain itu, serapan KUR dengan nominal di bawah miliaran rupiah juga terserap ke sektor di antaranya perikanan, konstruksi, transportasi pengurangan dan komunikasi, real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan, jasa pendidikan, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.*man

BAGIKAN