RBB, DPK Perbarindo Gianyar Tergetkan Pertumbuhan Realistis

Penyusunan rencana bisnis bank (RBB) 2021 mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mempertimbangkan penurunan kemampuan ekonomi masyarakat dalam pandemi Covid-19.

RBB  - Rapat kerja DPK Perbarindo Gianyar di antaranya membahas target pertumbuhan keuangan BPR dalam RBB 2021.

Gianyar (bisnisbali.com) –Penyusunan rencana bisnis bank (RBB) 2021 mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mempertimbangkan penurunan kemampuan ekonomi masyarakat dalam pandemi Covid-19. Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Perbarindo Gianyar Made Sarwa, Minggu (29/11) kemarin, mengharapkan BPR di Wilayah DPK Perbarindo Gianyar tetap optimis menargetkan pertumbuhan keuangan realistis dalam penyusunan RBB 2021.

Diungkapkannya, dalam rapat kerja sebelumnya DPK Perbarindo Gianyar telah berupaya menyamakan persepsi dalam penguatan likuiditas dan penerapan POJK 11. DPK Perbarindo Gianyar memastikan penyusunan RBB BPR 2021 didasarkan target angka pertumbuhan yang realistis dan pertimbangan data kualitatif. Data kualitatif BPR ini digunakan sehingga penyusunan  RBB 2021 masing-masing BPR di Gianyar menjadi lebih realitis.

Menurut Made Sarwa, target pertumbuhan keuangan RBB di BPR sudah disepakati bersama. Ini dengan pertimbangan data kualitatif pertumbuhan ekonomi Bali dan pertumbuhan ekonomi nasional. DPK Perbarindo Gianyar juga mempertimbangkan pertumbuhan perbankan secara nasional 3-5 persen. “Mengacu target pertumbuhan perbankan secara nasional,  DPK Perbarindo Gianyar menetapkan angka target pertumbuhan yang realistis,” ucapnya.

Angka target pertumbuhan BPR di DPK Perbarindo Gianyar 3 persen sampai 7 persen. Ini didukung oleh data kualitatif sesuai situasi dan kondisi saat ini menyangkut pandemi Covid-19. “Target pertumbuhan keuangan dalam RBB dikembalikan pada kondisi masing-masing BPR, bisa mulai 3-7 persen,” tegasnya. *kup

BAGIKAN