RAT KPRI Sedia, Suwirta Minta Inovasi Konsep Belanja  ’’Startup’’

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT)

RAT - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri RAT KPRI Sedia Pemkab Klungkung Tahun Buku 2019.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung I Wayan Ardiasa menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sedia Pemerintah Kabupaten Klungkung Tahun Buku 2019 di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. Turut hadir dalam RAT tersebut Ketua Dewan Pengawas KPRI Kabupaten Klungkung Nyoman Genep, Ketua Dekopinda Kabupaten Klungkung, Ngakan Made Nata serta seluruh anggota KPRI Sedia.

Bupati Suwirta dalam arahannya mengatakan KPRI Sedia harus berani melompat menggunakan konsep modern dengan konsep belanja startup, bergerak di bidang aplikasi dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pasar modern dengan mengembangkan model belanja online, karena koperasi tidak diatur oleh peraturan yang ketat. “Ayo berani bermain teknologi dengan membuat berbagai inovasi untuk memberikan servis kepada anggota,” ujar Bupati Suwirta di hadapan anggota KPRI Sedia.

Pihaknya juga menambahkan koperasi harus pintar menangkap peluang untuk berani bersaing dengan bank dalam menjalankan perkreditan. “Kepada semua anggota KPRI lebih tingkatkan rasa memiliki serta memerankan koperasi dalam tiap acara,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengurus KPRI Sedia, I Wayan Wasta melaporkan KPRI Sedia Pemkab Klungkung hingga akhir tahun 2018 memiliki anggota sebanyak 666 orang. Kemudian pada tahun 2019 ada 48 anggota yang masuk dan 28 anggota yang keluar dengan alasan pensiun. Jadi total anggota per 31 Desember 2019 sebanyak 686 orang yang bergerak di bidang simpan pinjam dan pertokoan. “Total SHU yang diperoleh per 31 Desember 2019 sebesar Rp815.045.264, naik dari tahun IaIu sebanyak Rp137.927.137 atau sebesar 30,37 persen,” sebut Wasta.

Pihaknya juga mengatakan ke depan akan meningkatkan permodalan melalui simpanan berjangka dengan suku bunga sebesar 0,70 persen per bulan dan pemanfaatan modal pinjaman baik dari bank maupun lembaga keuangan lainnya, menyelenggarakan asuransi jiwa peminjam kredit, menyediakan kuliner ASN dan karyawan, serta melayani anggota melalui penyediaan fotocopi dan alat tulis kantor. *dar

BAGIKAN