Rai Mantra Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

MENJELANG mengakhiri masa jabatan yang kedua, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berhasil meraih Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat.

PENGHARGAAN – Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra (tengah) usai menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat di Candi Bentar Hall Putri Duyung Cottage, Kawasan Wisata Ancol, Jakarta, Selasa (9/2) kemarin.

MENJELANG mengakhiri masa jabatan yang kedua, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berhasil meraih Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat. Penganugerahan ini diserahkan saat Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 yang diterima langsung oleh Rai Dharmawijaya Mantra di Candi Bentar Hall Putri Duyung Cottage, Kawasan Wisata Ancol, Jakarta, Selasa (9/2) kemarin.

Dalam acara yang juga dihadiri secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Negara dan Gubernur seluruh Indonesia, Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra menjadi satu-satunya kepala daerah dari Bali sebagai penerima penghargaan bersama 10 kepala daerah  lainnya di Tanah Air.

Wali Kota Rai Mantra ditetapkan menjadi penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat bersama Wali Kota Bogor, Wali Kota Semarang, Bupati Tegal, Wali Kota Singkawang, Bupati Sumedang, Bupati Parepare, Bupati Majalengka, Bupati Banggai dan Wali Kota Mojokerto. Pemberian penghargaan ini setelah melalui beberapa tahapan mulai dari pengumpulan proposal, presentasi dan tanya jawab oleh tim juri dari unsur PWI, budayawan, pekerja seni dan akademisi. Akhirnya dinyatakan lolos dan berhak menerima trofi di acara puncak HPN.

Wali Kota Rai Mantra usai menerima penghargaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada PWI Pusat yang telah memberikan Penghargaan Anugerah Kebudayaan kepada Kota Denpasar. Dijelaskannya, Kota Denpasar yang bergerak dalam Visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya Dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan terus berupaya mendukung penguatan kebudayaan. Beragam upaya telah dan akan terus dilaksanakan, mulai dari pendataan objek budaya melalui sistem informasi geografis, inventarisasi cagar budaya, restorasi dan pemugaran cagar budaya, penetapan situs cagar budaya, inventarisasi cagar budaya tak benda, penetapan warisan budaya tak benda hingga membangun pusat pengembangan kebudayaan yakni Dharma Negara Alaya (DNA). ‘’Ekonomi, pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif berpadu dalam satu bingkai oranye ekonomi sehingga dapat masuk pada segala sektor dan mendukung penguatan perekonomian berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, Kota Denpasar menjadi pelopor pelestarian endek Bali, pelestarian bahasa, penghargaan kepada seniman, pelestarian permainan tradisional, penghargaan kepada seniman, festival budaya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, revitalisasi pasar tradisional, pengembangan layanan LPD dan Dharma Negara Art and Creative Hub. “Kebudayaan itu seperti air, sangat dibutuhkan oleh tubuh dan mampu meresap melalui celah kecil. Semoga kebudayaan di Kota Denpasar terus eksis dan selalu menjadi inspirasi dalam pembangunan ke depanya,” ujar Rai Mantra.

Ketua Umum PWI Atal S. Depari selaku Penanggung Jawab HPN 2021 mengatakan, penghargaan ini merupakan apresiasi insan pers terhadap para Bupati/Wali Kota yang peduli kebudayaan dan literasi media. Mereka dipilih oleh tim juri yang terdiri dari para wartawan senior, penulis, budayawan, akademisi dan dan pekerja seni budaya.

Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono menambahkan, ke-10 Bupati/Wali Kota penerima anugerah ini memiliki strategi, kinerja dan kekuatan masing-masing dalam pemajuan kebudayaan daerahnya, baik sebelum maupun pada saat pandemi. “Pada umumnya mereka merawat warisan masa lalu, memanfaatkan, mengembangkan dan melindunginya dengan berbagai regulasi. Selain itu, mengembangkan dengan ‘bungkus’ dan cara masa kini, termasuk menggunakan teknologi dan media sosial. Dengan demikian budaya lokal bisa menyumbangkan warna pada kebudayaan nasional sekaligus global,” jelasnya.

Perayaan HPN tahun ini digelar berbeda di tengah pandemi Covid-19. Puncak HPN digelar sederhana yang menerapkan protokol kesehatan yang mengusung tema “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi dengan Pers Sebagai Akselerator Perubahan”.  *adv

BAGIKAN