Putu Winastra, Dukung Program Pemerintah

SEKTOR pariwisata Bali dihadapkan tantangan berat pandemi Covid-19 yang berimbas kesulitan biro perjalanan wisata (BPW) akibat 0lama tidak menghandel wisatawan.

SEKTOR pariwisata Bali dihadapkan tantangan berat pandemi Covid-19 yang berimbas kesulitan biro perjalanan wisata (BPW) akibat 0lama tidak menghandel wisatawan. Ketua DPD Asita Bali, Putu Winastra mengatakan walaupun dihadapkan kondisi sulit anggota DPD Asita 1971 Bali siap mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Diungkapkannya, salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Bali melalui surat edaran (SE) yang mewajibkan penumpang pesawat ke Bali yang perayaan Liburan Natal dan Tahun wajib test swab tentu mendapatkan dukungan dari anggota DPD Asita 1971. ” Ada point penting yang lebih besar yang dipertimbangkan pemerintah saat liburan Nataru,” ucap Winastra.

Ia menjelaskan semua BPW anggota Asita 1971 Bali mendukung pemerintah dalam menjaga Bali. Ini terutama menjaga Bali dari zona orange tidak menjadi zona merah melainkan diharapkan menjadi zona hijau.

Winastra memaparkan sumber wisatawan domestik yang datang ke Bali di Liburan Nataru lebih dominan dari Pulau Jawa. Sementara Pulau Jawa masih masuk zona merah.

Ini ketakutan pemerintah sehingga menerapkan aturan yang lebih ketat saat liburan Nataru. Dengan pengetatan aturan ini, Bali akan segera dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut Winastra, pariwisata Bali perlu juga dijaga kondisinya jangan sampai terjadi klaster baru setelah musim liburan Nataru. “Akhir tahun ini diharapkan memberikan dampak yang lebih baik terhadap pemulihan pariwisata Bali,” jelasnya.

Winastra mengajak keanggotaan Asita 1971 Bali, sesegera mungkin, mengupdate legalitas DPD Asita 1971 Bali kepada pihak  Kesbanglinmas dan instansi terkait. Sosialisasi keabsahan ASITA 1971 Bali kepada stakeholder kepariwisataan di Bali, guna meningkatkan kualitas koordinasi dan kolaborasi dengan instansi pemerintah, Provinsi Bali dan daerah lain di luar Bali, lembaga perwakilan negara asing, lembaga swasta/pelaku usaha di Bali.

Putu Winastra menambahkan Asita 1971 memacu upaya sertifikasi usaha Pariwisata BPW bekerja sama dengan

Lembaga Sertifikasi Usaha. Ini termasuk melakukan sertifikasi Clean, Healthy, Safety Environment bekerjasama dengan Dinas Pariwisata bersama Kemenparekraf sehingga BPW di Bali betul-betul siap menghandel wisatawan mancanegara ketika pintu pariwisata Bali dibuka untuk pasar mancanegara. *kup

BAGIKAN