Pulihkan Ekonomi, Bali Mesti Bersabar

Harapan pulihnya perekonomian dengan rencana dibukanya kembali kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) harus diurungkan mengingat berbagai pertimbangan menjadi perhatian.

Denpasar (bisnisbali.com) –Harapan pulihnya perekonomian dengan rencana dibukanya kembali kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) harus diurungkan mengingat berbagai pertimbangan menjadi perhatian. Bali diharuskan bersabar dan mampu menggarap maksimal peluang domestik serta peluang lainnya.

Pengamat Ekonomi, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M.,Ak, saat ditemui di Denpasar, Senin (24/8) kemarin, mengatakan, pilihan yang ada saat ini mengharuskan Bali bersabar hingga pariwisata untuk wisman dibuka kembali akhir tahun nanti. Meskipun dipaksa buka, negara luar belum membolehkan masyarakatnya berlibur atau berkunjung ke Bali akan menjadi hal yang percuma.

“Produk apapun dia, termasuk pariwisata, dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Kalaupun pariwisata kita buka sekarang, tapi Australia misalnya baru memperbolehkan masyarakatnya ke Bali tahun 2021 kan tidak ada gunanya untuk buka,” ujarnya.

Ditegaskannya, saat ini merupakan momentum bagi Bali untuk mengatur pariwisata yang adapted terhadap pencegahan Covid-19 ataupun pandemi lainnya. Dalam rangka recovery ekonomi, Bali sementara ini diharuskan untuk mengandalkan pariwisata domestik dan nusantara.

Sementara itu, dari sisi permintaan produk domestik regional bruto (PDRB), Bali harus lebih menguatkan konsumsi masyarakat. “Di samping itu, juga mencari celah perdagangan luar negeri (ekspor) produk pertanian seperti vanili, kakao, ikan dan kebutuhan pokok lainnya ke manca negara,” terangnnya. *wid

BAGIKAN