Pujawali di Pura Dang Kahyangan Petitenget akan Digelar Sehari

PUJAWALI di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yang berlangsung setiap enam bulan atau 210 hari sekali, akan jatuh pada Rabu, 4 November 2020 atau pada rahina Buda Wage Merakih.

PUJAWALI di Pura Dang Kahyangan Petitenget, Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung yang berlangsung setiap enam bulan atau 210 hari sekali, akan jatuh pada Rabu, 4 November 2020 atau pada rahina Buda Wage Merakih. Terkait pujawali tersebut, Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung melaksanakan paruman pada Sabtu, 17 Oktober 2020 yang dihadiri oleh Pemangku, Pengerob, Permas, Pemaksan, Bendesa Adat Kerobokan, Pangelingsir Jero Kelodan Kerobokan dan angga Griya.

Pemucuk Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Masceti Ulun Tanjung, A.A.N. Rai Yuda Darma mengatakan, paruman membahas beberapa agenda terkait dudonan pujawali serta upacara dan upakara pujawali di masa pandemi Covid-19. Hasil paruman telah memutuskan bahwa pujawali akan tetap dilaksanakan, namun hanya selama satu hari (arahina) mulai pukul 09.00 wita dan berakhir pukul 17.00 wita, tanpa menghilangkan purwa dresta yang ada di Pura Dang Kahyangan Petitenget. Pujawali dilaksanakan dengan pembatasan krama pengayah maupun pamedek serta tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat seperti wajib mempergunakan masker, wajib cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dan selalu jaga jarak minimal 1,5 meter.

“Penyanggra Pujawali dari persiapan sampai dengan berakhirnya pujawali dilaksanakan oleh krama pengerob, permas lan pemaksan Pura Dang Kahyangan Petitenget serta Parajuru Pura Dang Kahyangan Petitenget lan Pura Maseti Ulun Tanjung,” katanya.

Menurut Yuda Darma yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung ini, walaupun pujawali berlangsung sehari, parajuru pura tidak bisa melarang pamedek (masyarakat) dari seluruh Bali untuk tangkil menghaturkan bhakti di Pura Dang Kahyangan Petitenget. Akan tetapi pihaknya mengimbau kepada umat sed-harma di seluruh Bali yang akan pedek tangkil pada saat pujawali pada kali ini agar melaksanakan pangubakti atau persembahyangan melalui merajan masing-masing. “Apabila memang harus tangkil, umat sed-harma agar pedek tangkil setelah pelaksanaan upacara lan upakara pujawali berakhir sekitar pukul 17.00 wita,” katanya.

Untuk dudonan Pujawali Pura Dang Kahyangan Petitenget akan dimulai dengan Ngawit Mekarya lan Mepenguning yang dilaksanakan pada Redite Umanis Merakih (1 November) pukul 08.00 Wita, dilanjutkan keesokan harinya pada Soma Paing Merakih pukul 08.00 Wita dengan Nunas Pakuluh ring Taman Sari, Pasucian. Selanjutnya pada Anggara Pon Merakih (3 November) pukul 16.00 Wita berupa Madengen-dengen lan Ngias Ida Betara dan Puncak Pujawali akan berlangsung pada Buda Wage Merakih (4 November) pukul 08.00 Wita sampai dengan 17.00 Wita. *adv

BAGIKAN