PUDDS Tabanan Jaring Dewan Pengawas dan Direksi

Jabatan dewan pengawas dan direksi Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika (PUDDS) telah berakhir per 31 Januari lalu.

SELEKSI - Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya saat mengumumkan pembukaan seleksi direktur dan dewan pengawas PDDS.

Tabanan (bisnisbali.com) – Jabatan dewan pengawas dan direksi Perusahaan Umum Daerah Dharma Santhika (PUDDS) telah berakhir per 31 Januari lalu. Untuk mengisi kekosongan dua jabatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan membuka seleksi pemilihan. Pengumuman seleksi dibuka 16-23 Maret 2021.

Pengumuman seleksi ini disampaikan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Sekda I Gede Susila dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan selaku Ketua Pansel serta Inspektur Tabanan di ruang rapat lantai 3 Kantor Bupati Tabanan, Selasa (16/3) kemarin. Hadir Plt. Direksi PUDDS, Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Tabanan, dan anggota pansel.

Ketua Pansel A.A.Dalem Tresna Ngurah menyatakan, Bupati Tabanan telah menerbitkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/766/01/HK/2021 tentang pembentukan calon direksi dan calon dewan pengawas Perusahaan Umum Dharma Santhika. “Dengan diterbitkannya surat keputusan ini, selanjutnya akan dilaksanakan langkah-langkah terkait pelaksanaan seleksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sanjaya menjelaskan, masa kepengurusan PUDDS berakhir saat dirinya dilantik menjadi Bupati Tabanan, sehingga menjadi sebuah momentum dalam melakukan seleksi. Kebetulan tersebut dimanfaatkan guna membangun Perusda yang lebih baik lagi. “Kami bersama Wabup Edi dalam hajatan Pemilukada lalu mengusung visi misi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana untuk mewujudkan Tabanan era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Salah satunya menggerakkan UMKM dan ekonomi kerakyatan di Tabanan,” ucapnya.

Untuk itu, Bupati Sanjaya mencoba suatu terobosan baru di Kabupaten Tabanan yang tidak terlepas dari prosedur dan mekanisme yang berlaku, sehingga sesuai dengan harapan bersama. Apalagi Perusahaan Umum Daerah merupakan bagian dari Pemkab Tabanan yang mengayomi seluruh BUMDes di Kabupaten Tabanan.

Dikatakannya, sehatnya Perusahaan Umum Daerah akan sangat berdampak kepada BUMDes dalam melakukan kerja sama. Sementara petani, UMKM dan usaha kecil lainnya yang ada di desa mengharapkan produknya nanti melalui BUMDes disalurkan ke Perusahaan Daerah, kemudian dipasarkan, baik ke toko berjejaring maupun keluar daerah bahkan luar negeri.

“Jadi, ada link legalitas antara Perusda dan BUMDes. Bagaimana kita mensinergikan hubungan BUMDes dan Perusda. Maka ke depannya  Perusda sangat vital bagi kita di Tabanan karena salah satu visi misinya adalah menggerakkan sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan,” imbuhnya.

Bupati Sajaya menambahkan, kunci dari itu semua ada di Perusda, sehingga pemilihan calon dewan pengawas dan calon direksi tidak bisa main-main, melainkan harus sesuai dengan kompetensi dan sangat mendesak. Masalah teknis diserahkan kepada ketua pansel dan pihak terkait. Awak media juga dipersilakan menyampaikan aspirasinya.*man

BAGIKAN