PTM Dimulai, Kepala SMP Negeri Dimutasi

Menyusul dibukanya kembali proses pembelajaran tatap muka (PTM), Pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan mutasi sejumlah kepala SMP negeri.

MUTASI - Pemkab Gianyar menggelar mutasi kepala SMP negeri saat dimulainya PTM.

Gianyar (bisnisbali.com) –Menyusul dibukanya kembali proses pembelajaran tatap muka (PTM), Pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan mutasi sejumlah kepala SMP negeri. Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyerahkan surat keputusan (SK) mutasi di Ruang Sidang Utama Kantor  Bupati, Selasa (23/3) kemarin.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kabupaten Gianyar I Made Suradnya, Kepala Dinas BKPSDM Kabupaten Gianyar I Wayan Wirasa dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra.

Bupati Mahayastra mengatakan, prores mutasi dilakukan untuk penyegaran di samping beberapa kepala sekolah  (kasek) pensiun dan masa jabatannya melewati batas waktu. Mutasi kepala sekolah disampaikan bertepatan dengan dibukanya kembali proses belajar mengajar (PBM) tatap muka dinilai mampu menyegarkan suasana sekolah. ‘’Sejalan dengan pelaksanaan PTM, kepala sekolah yang dimutasi dituntut bisa membuktikan diri memang pantas dan layak diangkat sebagai kepala sekolah. Ini demi memajukan pendidikan di Kabupaten Gianyar,’’ ujarnya.

Dasar SK pengangkatan dan mutasi kasek yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Aturan tersebut antara lain mengamanatkan bahwa PNS yang akan menduduki  jabatan harus memenuhi syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan, integritas dan persyaratan jabatan lainnya.

Menurutnya, kasek harus bisa memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin besar dan kompleks terhadap perkembangan pendidikan, khususnya bisa menjalankan sistem PTM  di masa pandemi Covid-19  saat ini. “Jadikanlah tanggung jawab ini sebagai ajang untuk menunjukkan dan membuktikan kemampuan kerja terbaik,” jelasnya.

Bupati Mahayastra minta para kasek bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam bidang tugas kepala sekolah serta membina hubungan baik dengan rekan kerja sesama guru dan komite sekolah. Kasek wajib  mematuhi pedoman aturan yang berlaku, sehingga apa pun yang dikerjakan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Kasek wajib menjauhi hal-hal yang melanggar hukum ,” tegasnya.

I Wayan Mawa yang kini ditugaskan sebagai Kepala SMPN 1 Gianyar menyampaikan akan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dari sisi akademik dan nonakademik. Sasaran utamanya adalah pengembangan pendidikan karakter anak-anak.

Dikatakannya, karakter merupakan modal tatkala anak-anak terjun bermasyarakat menjalani kehidupan yang sebenarnya. Sebagai terobosan di masa pandemi, ia membuat klinik mapel yang mana anak-anak bisa berdiskusi dengan guru atau dengan tutor sebayanya mengenai mata pelajaran sehingga apa yang mereka butuhkan akan bisa didapatkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk proses belajar mengajar PTM, ia akan membatasi maksimal 18 orang siswa per kelas dengan jarak 1,5 meter antarsiswa.  Mereka berlajar selama 2 jam tanpa istirahat. “Setelah proses belajar selama 2 jam, siswa akan langsung dipulangkan, kemudian akan dilanjutkan shift berikutnya,” tambahnya. *kup

BAGIKAN