Protokol Kesehatan Diperketat, Pembeli mulai Datangi Pasar Tradisional

Setelah sebelumnya sempat sepi pengunjung pascasejumlah pedagang di pasar tradisional positif covid-19, kini kunjungan mulai ada.

Denpasar (bisnisbali.com) –Setelah sebelumnya sempat sepi pengunjung pascasejumlah pedagang di pasar tradisional positif covid-19, kini kunjungan mulai ada. Protokol kesehatan pun diperketat hingga pemasangan sekat plastik di area berjualan.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, Senin (22/6) mengatakan, kondisi pasar khususnya Pasar Kumbasari sudah steril dan pedagang yang berjualan sudah mengikuti tes rapid ataupun swab dan menunjukkan hasil negatif covid-19. Hal ini yang membuat masyarakat merasa aman berkunjung kembali ke pasar tersebut.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Gus Kowi ini mengatakan, kunjungan memang sempat sepi bahkan nyaris hanya 1 atau 2 orang pengunjung pada awal pembukaan Pasar Kumbasari setelah 5 hari tutup. “Sekarang sudah mulai ada, karena diyakini pula dengan keadaan pasar yang saat ini sudah steril,” ujarnya.

Namun, untuk mencegah adanya penyebaran kembali covid-19 di pasar tradisional, Gus Kowi mengatakan, protokol kesehatan kini diperketat. Pihaknya secara rutin melakukan sidak baik kepada pedagang ataupun pengunjung terkait penerapan protokol kesehatan, seperti pemakaian masker, jaga jarak dan sebagainya hingga protokol kesehatan memasuki pasar juga lebih diperketat. Di samping itu, pemasangan plastik pembatas juga dilakukan seperti yang tampak di lantai I dan II Pasar Badung.

Terkait dengan penerapan jaga jarak, Gus Kowi mengatakan, untuk mengatur jarak pedagang, sebagian saat ini sudah dipindahkan ke pelataran Pasar Badung. Namun pemetaan masih dilakukan kembali, yang sekitar seminggu ke depan tempat kembali disiapkan untuk pemindahan pedagang.

Sementara itu, salah seorang pedagang buah di lantai II Pasar Badung, Jro Wiwik mengatakan, kunjungan sepi sejak awal pandemi covid-19. Hal ini diperparah lagi sejak adanya kasus positif covid-19 di pasar tradisional. “Tetapi untuk pembelian ada aja sih setiap harinya, bukan kami bilang tidak ada. Ada aja rezekinya, tetapi ya itu rezeki corona,” ujarnya. *wid

BAGIKAN