Prospek Perbaikan Kinerja Ekonomi Bali Nusra Dalam Tren Meningkat

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Bali menilai prospek perbaikan kinerja ekonomi Bali Nusra pada 2021 dalam tren meningkat.

PENINGKATAN EKSPOR - Kinerja ekspor barang diprakirakan akan terdorong oleh meningkatnya eskpor kerajinan dan produk-produk pertanian ke luar negeri.

Denpasar (bisnisbali.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Bali menilai prospek perbaikan kinerja ekonomi Bali Nusra pada 2021 dalam tren meningkat. Itu seiring pelaksanaan vaksinasi yang mendorong confident to travel dan meningkatnya optimisme pelaku usaha.

“Kinerja ekspor barang diprakirakan juga akan terdorong oleh penambahan kapasitas penambangan dan seiring dengan meningkatnya kuota ekspor tembaga serta kenaikan eskpor kerajinan dan produk-produk pertanian ke luar negeri,” kata Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho saat webinar Transformasi Bali Nusra Meningkatkan Ketahanan Ekonomi daerah secara virtual, Rabu (9/6).

Dengan perbaikan di awal tahun 2021 tersebut, untuk keseluruhan tahun 2021 perekonomian Bali Nusra diprakirakan tumbuh positif sekitar 2,8 – 3,8 persen (yoy). Tidak hanya itu secara perlahan, diakui, ekonomi Bali Nusra diamati sudah mulai mengalami pergeseran dari sektor primer kepada sektor sekunder selama 10 tahun terakhir. Pada tahun 2010 sektor primer pangsa 32,37 persen atau terbesar lapangan usaha pertanian) sementara sektor sekunder pangsa 14,14 persen (terbesar lapangan usaha konstruksi). Pada tahun 2020 sektor primer pangsa 25,89 persen ( lapangan usaha pertanian) sementara sektor sekunder pangsa 15,33 persen (LU perdagangan).

“Ada pun bentuk transformasi ekonomi dapat terjadi secara struktural (between sectors) maupun secara sektoral (within sector),” paparnya.

BI mengapresiasi pemerintah daerah dan pelaku usaha di Bali Nusra yang terus mencari berbagai terobosan dan upaya untuk membangkitkan ekonominya. Berbagai pihak bekerja sama dan berkolaborasi mencari solusi dari permasalahan ini. Sebab diperlukan sumber pertumbuhan baru (new growth engine) untuk menopang pertumbuhan yang sustainable dan resilience, antara lain melalui digitalisasi sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan sektor pendidikan.

Sebagaimana diketahui pandemi Covid 19 telah mengakibatkan tekanan mendalam pada perekonomian Indonesia khususnya di Bali Nusra. Meskipun mengalami perbaikan, perekonomian wilayah Bali Nusra masih mengalami kontraksi terdalam dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Pada triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -5,16 persen (yoy), sementara perekonomian nasional hanya terkontraksi sebesar -0,74 persen (yoy). Kondisi ini mendorong para pemangku kepentingan, pelaku usaha, didukung oleh Bank Indonesia untuk mencari terobosan agar wilayah Bali Nusra dapat tumbuh kembali sejajar dengan wilayah lain di Indonesia.

“Kami mengkaji bahwa pemulihan berbeda antar provinsi di Bali Nusra. Pada triwulan I 2021, Bali dan NTB masih terkonstraksi masing-masing -9,85% dan -1,13% (yoy) sedangkan NTT sudah mulai tumbuh positif 0,12% (yoy),” persen.

Lebih lanjut Trisno menerangkan webinar kali ini merupakan topik series transformasi yang kedua. Adapun series webinar transformasi yang pertama “Transformasi Ekonomi Bali” pada 28 April 2021.

Point penting yang dapat dipetik adalah, terdampaknya ekonomi Bali secara signifikan akibat pandemi Covid-19 tidak terlepas dari ekonomi Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata. Pada tahun 2019, pariwisata diperkirakan berkontribusi sebesar 52 persen pada ekonomi (PDRB) Bali. Kontribusi sektor pariwisata ini tidak terlepas dari penerimaan devisa pariwisata yang pada tahun 2019 yang menurun secara signifikan (-82 persen) menjadi pada tahun 2020.

Penurunan penerimaan devisa pariwisata ini akibat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dari sekitar 6,28 juta wisman tahun 2019 menjadi hanya 1,05 juta wisman tahun 2020. “Pelajaran berharga dari kondisi tersebut adalah bahwa perekonomian yang terlalu bergantung pada satu sektor, menjadikan kinerja perekonomian sangat rentan terhadap goncangan,” katanya. *dik

BAGIKAN