Prokes di Pasar Modern Tingkatkan Nilai Jual

Penerapan protokol kesehatan (prokes) di pusat perbelanjaan menjadi hal wajib di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

PASAR MODERN - Suasana di pasar modern di tengah pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) – Penerapan protokol kesehatan (prokes) di pusat perbelanjaan menjadi hal wajib di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sehingga pasar modern pun menjadikan prokes sebagai nilai jual.

Seperti halnya penerapan prokes di salah satu pasar modern di Kota Denpasar, Tiara Dewata. Manajer Operasional R. Novie Setio mengatakan, penerapan prokes yang ketat di tempatnya justru menjadi nilai jual. Promosi yang dilakukan saat ini lebih kepada penerapan prokes yang ketat. “Riil saja, marketing kami adalah prokes. Itu nilai jual kami saat ini,” terangnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan penerapan prokes yang ketat konsumen merasa yakin saat memasuki pasar modern. Konsumen akan merasa lebih aman dan terhindar dari Covid-19. “Kalau kami hanya jualan produk, bukan jadi daya tarik. Kami tekankan di protokol kesehatan dan itu sesuai dengan apa yang dianjurkan pemerintah,” ungkapnya.

Diakuinya, saat ini masyarakat (pelanggan) sudah sangat sadar dengan prokes. Ketika diimbau menerapkan prokes secara otomatis mereka akan mematuhinya. Dalam penerapan prokes tersebut, seperti biasa beberapa hal wajib yang harus dilakukan pengunjung yaitu mencuci tangan, menjalani pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pusat perbelanjaan dan wajib memakai masker.

Di samping menerapkan disiplin prokes, Novie menyebut dari sisi internal pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat yang rawan, pengelapan disinfektan pada kereta atau keranjang belanja serta memberlakukan jaga jarak pada antrean kasir. Prokes ini berlaku bagi pelanggan dan karyawan. *wid

BAGIKAN