Program ”Return To Work”, BPJamsostek Banuspa Jajaki Kerja Sama Annika Linden Centre

Denpasar (bisnisbali.com) –Program return to work (kembali bekerja) merupakan manfaat tambahan dari program JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan bagi peserta mengalami musibah kecelakaan kerja mengakibatkan cacat. BPJamsostek mencatat program return to work (RTW) mulai dari Juli 2015 telah terjadi 935 kasus kecelakaan kerja yang mendapatkan program RTW di Indonesia, 787 peserta di antaranya sudah kembali bekerja sedangkan untuk 148 peserta masih dalam proses terapi.

“Untuk 2020 ini, BPJamsostek Banuspa ada 10 kasus, 2 masih dalam tahap pemulihan dan 8 sudah kerja,” kata Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Banuspa Deny Yusyulian.
Diterangkan sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah, BPJS TK untuk dapat memberikan pelayanan dan pengobatan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja sampai mereka dapat bekerja kembali.
“Kami percaya dengan adanya program RTW dan pola pembiayaan yang unlimited, peserta dan perusahaan dapat lebih merasakan wujud nyata manfaat dari salah satu program kami yaitu program JKK,” ujarnya.

Seperti diketahui BPJamsostek memiliki program kembali kerja merupakan pengembangan manfaat dari program JKK. Program RTW sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, pada pasal 49 ayat (1) bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berdasarkan rekomendasi dari dokter penasehat dapat memperoleh program kembali kerja agar pekerja dapat bekerja kembali seperti semula.

Terkait hal itu BPJamsostek dengan Annika Linden membahas kerja sama dalam penyelenggaraan program RTW berupa rehabilitasi fisik, pemasangan prothese (alat ganti) dan penyaluran tenaga kerja untuk penyandang disabilitas akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.
Deny berharap dengan kerja sama yang akan dijalin ini, kedepannya peserta disabilitas akibat kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja yang membutuhkan program RTW menjadi mudah untuk bisa kembali bekerja, mengingat Annika Linden Centre memiliki 3 yayasan yang menangani kaum disabilitas yaitu YPK untuk masalah sosial, Puspadi yang bergerak dalam penyediaan alat bantu, serta D Network.

Untuk penyaluran disabilitas di dunia kerja. Annika Linden Centre dalam hal ini diwakili Mahomeda Arifin selaku pimpinan menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya BPJamsostek sebagai badan layanan publik sangat totalitas dalam membantu para penyandang disabilitas untuk tetap bekerja dan berkarya. *dik

BAGIKAN