Program BPUM Berlanjut

Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada tahun 2020 telah diberikan kepada 216.956 pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali.

UMKM - Kegiatan UMKM di Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) –Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada tahun 2020 telah diberikan kepada 216.956 pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali. Tahun 2021 program bantuan yang memberikan Rp 2,4 juta per UMKM ini direncanakan berlanjut yang mana sekitar 100.000 UMKM di Bali berkesempatan mendapatkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinis Bali I Wayan Mardiana belum lama ini menyebutkan, tahun 2020 sebanyak 305.072 pelaku UMKM mengajukan mendapat BPUM. Berdasarkan data terakhir, tahun 2019 jumlah UMKM di Bali tercatat 327.353. Jadi, sekitar 100.000 UMKM yang belum pernah mendapatkan bantuan tersebut. “Untuk tahun 2021 program ini (BPUM) akan diprioritaskan kepada UMKM yang belum mendapatkan pada tahun sebelumnya (2020),” ungkapnya.

Tahun lalu total dana yang digelontorkan untuk pencairan dana BPUM di Bali sebesar Rp 520 miliar. Pencairan dana yang langsung ke rekening masing-masing pelaku UMKM berlangsung secara bertahap hingga 23 Desember 2020. Pihaknya sangat berharap tahun 2021 bantuan ini kembali diberikan bagi UMKM yang belum pernah tersentuh bantuan. Sebab, Bali sangat merasakan dampakĀ  pandemi Covid-19. Program BPUM sangat membantu pelaku UMKM untuk mempertahankan usahanya terutama sebagai modal usaha.

Selain BPUM, tahun 2020 lalu, UMKM juga diberikan program Bantuan Subsidi Usaha (BSU) dari Pemerintah Provinsi Bali. BSU telah menyalurkan kepada 42.800 UMKM dengan realisasi anggaran mencapai Rp 77,2 miliar. Masing-masing UMKM mendapatkan Rp1,8 juta.

Sementara untuk tahun 2021, selain program BPUM, program KUR juga akan didorong untuk membantu UMKM. Program ini bakal diberikan kepada UMKM yang sudah mendapatkan bantuan sebelumnya. *wid

BAGIKAN