Produktif di Masa Pandemi, BI Dorong Pemasaran UMKM secara ”Offline” dan Virtual

Denpasar (bisnisbali.com) -UMKM di Bali diharapkan tetap produktif di masa pandemi Covid-19 ini. Untuk itu Bank Indonesia membantu UMKM dalam bidang pemasaran produk secara offline dan virtual sehingga harapannya dapat berimbas pada perekonomian Bali.

Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho di Kuta, Rabu (7/10)  mengatakan melalui pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI), UMKM binaan dan mitra BI di seluruh nusantara bisa secara kontinyu melakukan inovasi, memperbaiki, serta memanfaatkan platform digital agar dapat menembus pasar internasional.
“KKI telah dilaksanakan sejak 2016 dan 2020 ini merupakan tahun ke-5 penyelenggaraan KKI. Kami harapkan pelaksanaan program ini dapat terus membantu pemulihan ekonomi Bali di masa pandemi ini, ” katanya.


Menurutnya KKI dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada masyarakat peran BI dalam pengembangan UMKM. Selain tentunya memperluas akses pasar domestik maupun ekspor dengan mengenalkan produk UMKM berbasis kain tradisional dan kerajinan kepada calon pembeli (marketplace) yaitu masyarakat umum dan pihak-pihak yang terhubung dengan pasar ekspor
“Termasuk sebagai katalisator bagi pelaku usaha Industri Kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Trisno mengakui pada tahun sebelumnya KKI dilaksanakan dengan pameran fisik produk di Jakarta yang diikuti oleh seluruh UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia, namun di tahun ini akibat adanya pandemic Covid19, pameran KKI dilaksanakan secara virtual yang terbagi menjadi 3 seri yakni KKI Seri-1 yang telah dilaksanakan 28-30 Agustus 2020 lalu, KKI Seri-2 diselenggarakan 7-9 Oktober 2020 dan KKI Seri-3 akan dilaksanakan bulan November 2020.
“Kita patut berbangga pada pelaksanaan KKI Seri-1 penjualan tertinggi UMKM Indonesia binaan BI se-Nasional diraih oleh KPwBI Prov. Bali dengan omzet penjualan UMKM mita dan binaan sejumlah ±Rp700.000.000 yang diperoleh dari penjualan offline dan penjualan online baik di lokal Bali, nasional dan ekspor,” ucapnya.

Adapun penjualan offline dilakukan pada workshop masing-masing UMKM dan penjualan online dilakukan melalui media social, plat form KKI yakni karyakreatifindonesia.co.id dan market place dari masing-masing UMKM.
Lebih lanjut dijelaskan kegiatan KKI Seri-2 ini disinergikan dengan event pengembangan UMKM KPwBI Prov. Bali dengan Tajuk “Bali Jagadhita Culture Week”. Bali Jagadhita ini memiliki arti Bali yang sejahtera, makmur, dan bahagia, yang mana BI di tengah pandemi Covid-19 ini tetap melakukan pendampingan, memfasilitasi UMKM baik pertanian, tenun, kerajinan untuk terus bangkit dari dampak pandemi dengan harapan dapat membangkitkan ekonomi Bali sehingga dapat tercipta Bali yang bahagia dan sejahtera.
Trisno pun menambahkan rangkaian kegiatan KKI Seri-2 dan Bali Jagadhita Culture Week yakni pagelaran fashion show produk UMKM tenun dan kerajinan mitra dan binaan KPwBI Prov. Bali, Kurasi Produk, dan talkshow UMKM.
“Terdapat 14 UMKM yang berpartisipasi pada pameran KKI Seri-2 ini dengan rincian 7 UMKM tenun, 3 UMKM kerajinan dan 4 UMKM makanan dan minuman,” ungkapnya.*dik

BAGIKAN