Produksi Gabah Tabanan Diyakini Tertinggi di Bali

Produksi gabah di Kabupaten Tabanan diyakini masih tetap tertinggi di Provinsi Bali.

PANEN – Panen padi di Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) – Produksi gabah di Kabupaten Tabanan diyakini masih tetap tertinggi di Provinsi Bali. Meski, sejumlah tantangan dihadapi di tengah pandemi Covid-19 dan maraknya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mengakibatkan sejumlah sentra produksi mengalami kerusakan, bahkan mengakibatkan puso atau gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Nyoman Budana, M.M., Rabu (25/11), mengungkapkan, tahun ini sektor pertanian padi di Kabupaten Tabanan dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan adanya ancaman serangan OPT, khususnya tikus. Namun, kondisi tersebut tidak banyak mempengaruhi produksi pertanian padi di Kabupaten Tabanan, sehingga kemungkinan produksi padi dalam bentuk gabah kering panen (GKP) akan tercapai sesuai target yang ditetapkan sebelumnya. “Hingga akhir tahun nanti nampaknya produksi gabah akan tercapai sesuai target, karena selama ini untuk budi daya tidak ada hambatan yang berarti,” tuturnya.

Menurutnya, tahun ini target produksi gabah di Kabupaten Tabanan mencapai 226.043 ton dari luasan tanam padi yang ditargetkan 36.613 hektar. Realisasinya, hingga Oktober 2020 dari target tersebut sudah tercapai 171.262 ton. Prediksinya, kemungkinan sisa waktu dua bulan nanti akan mampu mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Keyakinan tersebut dilatarbelakangi kondisi musim yang berlangsung normal pada tahun ini. Itu tercermin, musim hujan yang masih membayangi, sehingga kondisi itu memungkinkan untuk sejumlah sentra produksi melakukan olah lahan menanam padi. Selain itu, menyangkut serangan hama tikus, menurutnya tahun ini serangan hama tikus untuk sawah yang terdampak tidak sebesar dibandingkan dengan tahun lalu. “Serangan hama tikus ini hanya terjadi di sejumlah titik dan itupun luasannya tidak besar,” ujarnya.

Di sisi lain sambungnya, capaian target produksi gabah ini sekaligus masih memposisikan Kabupaten Tabanan sebagai daerah sentra produksi tertinggi di Bali di antara kabupaten/kota lainnya. Hingga kini Kabupaten Tabanan masih menjadi lumbung pangannya Bali, karena juga didukung dengan luasan lahan pertanian di Kabupaten Tabanan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan kabupaten/kota di Bali selama ini.

“Kalau dibilang oleh sejumlah orang bahwa produksi gabah di Kabupaten Jembrana yang tertinggi di Bali, nampaknya tidak. Namun, kalau menyangkut produktivitas per hektar, memang Jembrana lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Tabanan saat ini,” tegasnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, selama ini dengan sentra produksi padi di Kabupaten Tabanan yang berada di dataran tinggi, sedang, dan rendah memang dari rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Tabanan untuk per hektarnya lebih rendah dibandingkan dengan Jembrana. Sebab, rata-rata produktivitas padi di Tabanan hanya mencapai 6,1 ton per hektar. “Produktivitas gabah ini masih stabil di kisaran 6,1 ton per hektar dan selama ini produksi gabah di Tabanan masih bisa mengantongi surplus,” tandasnya.*man

BAGIKAN