Produk UMKM Tabanan Layak Masuk Toko Modern

Di tengah pandemi Covid-19, produk yang dihasilkan UMKM di Tabanan makin beragam. Tak hanya itu, produknya bahkan layak dipasarkan di toko modern berjaringan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, produk yang dihasilkan UMKM di Tabanan makin beragam. Tak hanya itu, produknya bahkan layak dipasarkan di toko modern berjaringan.

Ketua Kadin Tabanan, Loka Antara, SPT., M.Si., Minggu (2/5) kemarin, mengungkapkan saat ini ada banyak potensi yang bisa diangkat dari produksi UMKM Tabanan seiring dengan kualitas yang dihasilkan. Hal itu terlihat dari sejumlah produk yang ditawarkan kalangan UMKM pada pameran saat peresmian Rumah Kreatif dengan melibatkan puluhan usaha kecil lokal di Tabanan. Sebagian besar produk yang ditawarkan UMKM Tabanan ini memiliki kualitas baik, bahkan beberapa produk sudah dilengkapi dengan sejumlah izin edar sehingga sangat layak produk UMKM Tabanan ini masuk dipasarkan di toko modern.

Di tengah pandemi, produk UMKM inilah yang masih memiliki peluang sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, sehingga hal ini pula mendasari Kadin Tabanan melakukan kunjungan ke sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Tujuannya, ikut andil membantu UMKM Tabanan untuk bisa naik kelas.

“Dari kunjungan ke Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, kami mendapati data ada sekitar 43.175 UMKM di Tabanan saat ini. Dari data tersebut, Kadin lakukan pendataan di lapangan dan menemukan baru 9 ribuan UMKM yang riil berusaha dan sisanya kami akan jajaki terus untuk bisa menaikkan kelas UMKM lokal ini,” tuturnya.

Kata Loka Antara, untuk menaikkan kelas para pelaku UMKM lokal, Kadin Tabanan akan membantu menghubungkan untuk bisa mengakses bantuan permodalan melalui program pemerintah dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR) ke sejumlah bank penyalur. Selain itu, Kadin Tabanan juga akan memfasilitasi pemasaran. Salah satunya sebagai langkah awal menggelar pameran pada saat peresmian Rumah Kreatif pada Sabtu lalu dan rencananya hal sama akan dilakukan secara kontinu untuk pengenalan produk UMKM melalui ajang pameran.

Lebih lanjut disampaikannya, pihaknya masih melakukan penjajakan termasuk mendorong hasil produk UMKM lokal Tabanan agar bisa masuk ke toko modern atau toko berjaringan, terlebih lagi sudah ada Pergub nomor 99 tahun 2018 yang sudah mengatur ketentuan tersebut dengan mengharuskan menyerap 30 persen produk UMKM lokal. Kadin Tabanan juga berupaya menghubungkan pelaku UMKM dengan para pengusaha yang bisa menyerap hasil produksi.

“Ini sesuai dengan visi-misi Kabupaten Tabanan yang telah ditetapkan dalam membangun Tabanan 5 tahun ke depan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” tandasnya.

Paparnya, AUM yang juga mengandung arti pembangunan dari hulu, tengah dan hilir ini. Di sisi hulunya diwujudkan dalam bentuk hasil produk UMKM. Di sisi tengah dimplementasikan Kadin bersama dinas terkait untuk melakukan pembinaan agar produk dari UMKM ini standar kualitasnya bagus dan mampu menembus pasar modern. Sedangkan di sisi hilir diupayakan Kadin Tabanan yang terus bergerak untuk melobi melakukan pendekatan produk UMKM sesuai dengan dasar hukum yang sudah ada.

Salah satu produk yang didorong untuk masuk ke pasar modern ini khususnya pada komoditi pertanian maupun hasil olahan pertanian sesuai dengan potensi Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbung pangan. Contohnya, gula aren maupun gula semut yang potensinya cukup besar selama ini. *man

BAGIKAN