Prodi Unggulan, MKn PPS Unwar Batasi 50 Kursi

Program Studi Magister Kenotariatan pada Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Prodi MKn PPS Unwar) menjadi salah satu prodi unggulan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Program Studi Magister Kenotariatan pada Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Prodi MKn PPS Unwar) menjadi salah satu prodi unggulan. Tiap tahun ajaran baru, pendaftar prodi profesi ini relatif malampaui kapasitas yang ada. MKn Unwar membatasi 50 kursi bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2020/2021 ini.

Kualitas Prodi MKn bisa dibuktikan dari jumlah alumnusnya yang berhasil menjadi anggota luar biasa Ikatan Notaris Indonesia (INI), serta lolos sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dari angkatan pertama hingga ke empat. MKn Unwar juga bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) Provinsi Bali serta Pengwil Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Provinsi Bali.

“INI dan IPAT Bali ibarat laboratorium mahasiswa kami untuk belajar, menggembleng diri sehingga mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Kaprodi MKn Program Pascasarjana Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum., ditemui di kampus setempat, Senin (2/3).

Kerja sama tersebut,  didukung sarana prasarana yang mumpuni di kampus. Dan yang terpenting, seluruh tenaga pengajar 100 persen berpredikat doktor dan profesor. “Notaris itu, merupakan sebuah profesi, sehingga kualitas kompetensinya harus benar-benar dijaga,” tandasnya.

Selain itu, kuantitas juga harus dijaga demi mempertahankan kualitas. Seleksi pun dilakukan cukup ketat agar prodi yang dipimpinnya mendapatkan input yang berkualitas. “Jangan mentang-mentang kampus swasta, lalu menampung mahasiswa sebanyak-banyaknya tanpa menghitung rasio atau daya tampung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sujana tidak mau mengomentari isu bahwa kebutuhan notaris sudah overload di Bali. Ia berpandangan, notaris yang berkualitas pasti dicari oleh klien. “Jadi gak usah dihiraukan, yang penting bangun kualitas diri, pasti mendapatkan haknya, contoh di S1 fakultas hukum, kan polisi, jaksa, hakim dan pengacara sudah banyak, tapi FH tetap laris,” pungkas Sujana. *pur

BAGIKAN