Prediksi 2020, Tak lagi Kuantitas, Bali Fokus Garap Wisatawan Berkualitas

UNTUK menggarap wisatawan berkualitas,  pariwisata Bali tidak boleh hanya menata  akomodasi

BERKUALITAS - Infrastruktur jalan shortcut Denpasar-Singaraja untuk menopang pengembangan pariwisata Bali berkualitas.

Presiden Jokowi sudah memberikan arah pengembangan pariwisata Indonesia tidak lagi fokus pada target kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melainkan mesti fokus menggarap wisman berkualitas. Bagaimana pariwisata Bali tahun 2020 ini mesti mengimplementasikan kebijakan pusat dalam menggarap wisatawan berkualitas?

UNTUK menggarap wisatawan berkualitas,  pariwisata Bali tidak boleh hanya menata  akomodasi. Untuk menggarap wisatawan berkualitas, Bali juga mesti memiliki fasilitas infrastruktur penunjang pariwisata yang berkualitas.

Dewan Pembina DPD Asita Bali, Bagus Sudibya mengatakan, untuk menggarap wisatawan berkualitas, pariwisata Bali mesti meningkatkan semua lini pariwisata pada 2020. Bali wajib memiliki objek wisata berkualitas, akomodasi berkualitas, termasuk SDM pariwisata berkualitas, dan layanan berkualitas. Untuk menggarap wisatawan berkualitas Bali juga mesti dilengkapi infrastruktur seperti jalan yang berkualitas.

Konsul Kehormatan Afrika Selatan ini menjelaskan, Bali sedang membangun shortcut yang menembus dari Bali Selatan ke  Bali Utara. Ini tidak hanya  memperlancar perjalanan wisatawan tetapi juga akan memperlancar angkutan masyarakat secara umum dan angkutan barang.

Dipaparkannya, shortcut Denpasar- Singaraja menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan infrastruktur pariwisata Bali. Jalan tol tersebut akan mempercepat wisatawan dari Denpasar, Badung, Gianyar ke Singaraja. Ke depan, pembangunan shortcut ini mesti diikuti pembangunan tol keliling Bali.

Lebih lanjut Bagus Sudibya mengatakan, pembangunan jalan shortcut dan jalan tol akan memperlancar transportasi. Ini akan mempercepat perjalanan dari Bali Selatan ke Bali Utara termasuk ke Bali Timur dan Bali Barat.

Menurutnya, selama ini dalam penggarapan wisatawan berkualitas pariwisata Bali masih dihadapkan masalah kemacetan. Permasalahan yang sedang dihadapi Bali memang mesti dipecahkan dengan penyiapan infrastruktur jalan tol keliling Bali dan shortcut.
Penyiapan infrastruktur shortcut 2020 dan jalan tol ini dengan harapan memecahkan permasalahan kemacetan yang terjadi di kawasan pariwisata Bali Selatan. Penambahan infrastruktur selain mampu memecahkan masalah kemacetan juga akan mampu menggairahkan pariwisata Bali.

Ia meyakini penambahan infrastruktur jalan akan menambah kenyamanan wisatawan selama berlibur di Bali. Konsekuensinya, wisatawan yang  berlibur ke Bali terutama wisatawan berkualitas akan makin bertambah.

Bagus Sudibya menegaskan, secara tidak langsung dengan infrastruktur yang berkualitas akan memudahkan Bali dalam menggarap wisatawan berkualitas. Wisatawan berkualitas ini tidak hanya wisatawan berkantong tebal. “Infrastruktur yang berkualitas akan mendorong wisatawan memiliki lama tinggal lebih panjang di Bali,” ucapnya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali IB Agung Partha Adnyana mengatakan, pariwisata Bali telah merancang penggarapan pasar yang lebih fokus wisatawan berkualitas. Ini dengan penataan kawasan pariwisata, Bali akan memiliki segmen pasar pariwisata berkualitas.

Diungkapkannya, Menteri Pariwisata RI sudah meminta rancangan pariwisata daerah Bali. Ini menjadi perhatian pemerintah pusat terhadap Bali dalam pengembangan sektor pariwisata Indonesia.
Ia menjelaskan, Bali selama ini banyak berkontribusi terhadap pencapaian target pariwisata Indonesia. Sangatlah wajar, pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada Bali sebagai bagian pengembangan pariwisata Indonesia.
Dipaparkannya, 2020 pemerintah pusat tidak akan hanya membantu Bali dalam bidang promosi pariwisata. Pemerintah pusat juga akan membantu Bali dalam merancang pengembangan pariwisata daerah. Ini akan memunculkan kesesuaian program pengembangan pariwisata Indonesia dengan program pengembangan pariwisata Bali. “Ini termasuk program penggarapan wisatawan berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ini merupakan komitmen pemerintah pusat untuk mengefektifkan pemasaran pariwisata Bali. “Produk pariwisata Bali akan memiliki segmen pasar yang lebih tajam,” ucap Agung Partha
Menurutnya, Bali mesti merancang produk pariwisata berkualitas yang mudah dipahami pasar. “Ini akan meyakinkan wisatawan yang berlibur ke Bali sesuai keinginan mereka dan bisa membuktikan pariwisata Bali berkualitas,” tegas IB. Agung Partha Adnyana. *kup

BAGIKAN