Prediksi 2020, Peluang Sektor Properti Mulai Menggembirakan

Peluang sektor properti serta jasa konstruksi tampaknya pada tahun 2020 mulai menunjukkan peningkatan.

Prediksi 2020, Peluang Sektor Properti Mulai Menggembirakan

Peluang sektor properti serta jasa konstruksi tampaknya pada tahun 2020 mulai menunjukkan peningkatan. Selain banyak program serta proyek lanjutan akhir tahun lalu yang harus dirampungkan, ternyata program pemerintah dengan pembangunan rumah bersubsidi juga menjadi peluang besar bagi para pelaku jasa ini untuk dikembangkan di tahun ini. Apa saja?

HANYA meski ada program yang bisa dikembangkan bagi pelaku jasa konstruksi, tetaplah harus sesuai dengan standardisasi serta aturan yang berlaku, sehingga program pemerintah bisa dijalankan dengan maksimal dan benar-benar sesuai dengan tujuannya yakni masyarakat yang mandiri.
“Yang membuat bisnis ini lamban sebenarnya karena adanya tumpang-tindih aturan, sehingga akan berdampak pada proses dari para pengembang dalam berinvestasi dan membangun hunian menjadi penuh pertimbangan. Dengan adanya program perumahan rakyat tentu diyakini akan mampu menjadi penyumbang pertumbuhan bagi bisnis properti tahun 2020 akan memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Karenanya, agar investor atau para pengembang tidak bingung peru ada aturan yang jelas mengenai lahan terbangun dan izin membangun yang sesuai dengan aturan,” terang AA Gede Agung Wira Mantara, anggota DPRD Provinsi Bali.

Aturan yang jelas tentu akan membuka peluang besar bagi pengembangan sarana perumahan rakyat seperti yang menjadi bagian dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Saat ini dari pantauan kami banyak masyarakat berpendapatan rendah (MBR) memanfaatkan peluang untuk memiliki rumah murah dan layak dengan sistem yang mudah dan murah. Untuk itu, peran investor dan pemerintah dalam menindaklanjuti program ini sangat penting, apalagi program 1 juta rumah ini menyasar kaum milenial yang merupakan anak-anak muda produktif, yang sebelumnya hanya mengontrak rumah atau kos bisa memiliki hunian pribadi dengan cara mencicilnya,” ungkap politisi PDI Perjuangan asal Puri Agung Lebih Gianyar ini.

Lebih lanjut Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Bali, Pande Agus Permana mengatakan, peluang emas pebisnis properti dan konstruksi serta para pengembang dalam mewujudkan program pemerintah tentu harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal dan sungguh-sungguh. Peluang ini diharapkan bisa membuat para pelaku bisnis ini bisa bangkit kembali setelah pada tahun tahun sebelumnya sempat terpuruk, apalagi program ini memiliki tujuan yang sangat bagus.

“Dari growth untuk MBR tahun 2018 ke 2019 lalu kita akui ada kenaikan sekitar 30%, jumlah ini sudah tergolong besar di tengah perekonomian kita yang belum stabil. Growth ini diharapkan akan meningkat lagi di tahun 2020, tentunya kita mengharapkan ada aturan yang jelas dan tepat karena saat ini antara kaupaten satu dengan yang lainnya memiliki aturan berbeda beda yang membuat kita selaku pengembang sulit untuk merealisasikan rumah murah berkualitas seperti harapan pemerintah pusat, utamanya untuk regulasi luasan lahan perlu dibijaksanai sehingga dari hitungan yang kita lakukan tidak ada yang dirugikan,” terang Pande Agus.
Program pemerintah yang menyasar anak-anak muda agar bisa mandiri dan mapan tanpa memberatkan mereka ini tampaknya memang mendapatkan respons yang positif. Terbukti banyak dari mereka tertarik untuk memiliki hunian dengan mencicilnya, hanya karena faktor regulasi program ini tidak bisa terealisasi di semua kabupaten di Bali. “Kita belum bisa melaksanakan program ini di semua kabupaten karena terbentur harga tanah serta aturan yang membuat kalkulasi kita sulit untuk mewujudkannya, padahal tahun 2020 ini tren rumah yang dilirik konsumen adalah rumah dengan DP rendah dan dapat dicicil dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian mereka akan bisa memiliki hunian sendiri dan menjadi masyarakat yang mandiri,” terangnya.

Sementara itu pelaku jasa konstruksi sekaligus owner Sikut Satak Kontraktor, IGN Hari Pawitra, S.T. mengatakan, peluang jasa konstruksi tahun 2020 diyakini akan makin membaik. Selain karena adanya program pemerintah pusat, ke depannya banyak orang sudah mulai memikirkan investasi yang bisa berkembang dengan baik seperti di sektor pariwisata dengan mulai bermunculannya destinasi destinasi pariwisata baru yang tentunya memerlukan bangunan pendukung sebagai fasilitas yang melengkapi.
“Dari pertengahan tahun 2019 kita akui peluang mulai muncul, dan tentunya akan berlanjut di tahun 2020 ini, tidak hanya di sektor perumahan namun pembangunan juga terjadi untuk sektor pariwisata, karena seperti yang kita ketahui banyak bermunculan destinasi pariwisata baru yang mulai dikelola dengan profesional sehingga diperlukan bangunan pendukung yang multifungsi dan sesuai dengan peruntukannya. Untuk trend yang saat ini mulai dikembangkan dan diminati adalah bangunan berbahan dasar bambu,” ungkap Hari Pawitra.

Ke depan pihaknya berharap sector kuntruksi dan property yang sempat mati suri di tahun 2018 kembali berkembang dan bisa bertahan, namun perlu kreativitas dan inovasi inovasi baru yang membuat dunia konstruksi makin berwarna, tidak hanya dari segi desain yang seni namun juga kreativitas pemanfaatan bahan yang beragam. Dengan demikian tentu akan ada ketertarikan bagi masyarakat untuk membangun dan mengembangkan bangunannya. *ita

BAGIKAN