PPM Akan Garap Ratusan Hektar Lahan Pertanian

Mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan secara nasional, Ketua Umum Pemuda Panca Marga (Ketum PPM) Pusat, Samsudin Siregar, S.H., menyatakan pihaknya berencana menggarap ratusan hektar lahan pertanian yang ada di Bali.

TABUR BUNGA - Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati melaksanakan tabur bunga di Taman Pujaan Bangsa Margarana.

Tabanan (bisnisbali.com) – Mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan secara nasional, Ketua Umum Pemuda Panca Marga (Ketum PPM) Pusat, Samsudin Siregar, S.H., menyatakan pihaknya berencana menggarap ratusan hektar lahan pertanian yang ada di Bali. Bahkan ia optimis hal tersebut membuahkan hasil maksimal berupa produksi melampaui rata-rata dan akan terserap sesuai harga pasar.

“Saat ini perjuangan tetap dilakukan, namun kini model perjuangan yang dilakukan berbeda. Jika dulu perjuangan adalah dengan mengusir penjajah, sedangkan kini menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Salah satunya, mewujudkan kemandirian pangan di tengah kondisi pandemi Covid-19,” tutur Samsudin Siregar, di sela-sela HUT PPM Provinsi Bali ke-50 yang digelar di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Selasa (27/4).

Menurutnya, saat ini dengan kondisi pandemi Covid-19, PPM harus terdepan melakukan terobosan atau ide-ide baru. Salah satunya, di Bali terkait menjaga ketahanan pangan, pihaknya akan memberdayakan lahan pertanian seluas ratusan hektar yang ada di sejumlah titik. Nantinya lahan tersebut akan dibuatkan program dengan menanam berbagai jenis komoditas dan itu akan disertai pendampingan teknik budi daya yang benar.

Dari beberapa daerah yang sudah digarap oleh PPM di antaranya di Serang, Banten, Cianjur dan Sukabumi, hasilnya cukup bagus. Hal itu lantaran pihaknya melakukan pendampingan sampai panen. “Setelah berhasil nanti kami harapkan semua PPM di Bali bisa menyebarluaskan. Tidak itu saja, kami bahkan juga akan bertanggung jawab membeli itu semua dengan harga pasaran,” ujarnya.

Upaya untuk mewujudkan kemandirian pangan sangat penting. Sebab, ia menyadari bahwa lima atau sepuluh tahun ke depan, kekurangan pangan berpotensi terjadi jika upaya untuk mengoptimalkan sektor pertanian ini tidak segera dimulai saat ini. Terlebih lagi mengingat kemauan bertani generasi muda sudah jauh berkurang.

Sementara itu, peringatan HUT ke-50 PPM Provinsi Bali di Taman Pujaan Bangsa Margarana diwarnai dengan apel dan ziarah. Hadir sebagai Inspektur Upacara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. *man

BAGIKAN